Pasukan Berkuda Hingga Nuansa Adat Mengantar NH-Aziz Daftar ke KPU

oleh
Nurdin Halid Bersama Istri Kendarai Bendi

Makassar, RakyatNews – Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) bersiap mendaftar ke KPUD Sulsel, Senin, 8 Januari. Ribuan relawan dan kader dari parpol pengusung sudah berkumpul di kediaman NH di Jalan Mapala, Kota Makassar.

Tersaji pemandangan menarik dan unik dalam prosesi pendaftaran NH-Aziz ke KPUD Sulsel. Nuansa adat sangat kental. Pasangan nasionalis-religius itu mengenakan pakaian adat khas Sulsel. Bahkan, Ketua Umum DPP Golkar, Airlangga Hartarto, turut mengenakan. Airlangga menggunakan baju adat Bone.

Di luar kediaman NH, pasukan berkuda dan para penunggangnya telah siap mengawal. Mereka tampak gagah berani dan dipersiapkan berada pada garis terdepan. Selain pasukan berkuda, iring-iringan bendi, bentor dan mobil hias disiapkan untuk mengantar NH-Aziz ke KPUD Sulsel.

Juru bicara NH-Aziz, Muhammad Natsir, mengungkapkan pendaftaran NH-Aziz memang sengaja didesain dengan nuansa adat. Itu menunjukkan pasangan NH-Aziz senantiasa menjunjung tinggi adat istiadat dan budaya lokal. “Dalam trikarya, salah satu poin pentingnya kan kearifan lokal. Itulah yang dibuktikan NH-Aziz,” katanya.

Natsir menegaskan NH-Aziz tidak sebatas berkomitmen membangun infrastruktur dan ekonomi kerakyatan, tapi juga kearifan lokal di Sulsel. Dikatakan dia, pembangunan di Sulsel kelak tidak boleh melupakan nilai-nilai adat dan budaya. Bahkan, adat dan budaya mesti menjadi landasan pembangunan.

Pelepasan menuju pendaftaran pasangan calon Gubernur-calon Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) ke Kantor KPU kental dengan nuansa adat. Pelepasan dilakukan di Rumah Pemenangan NH-Aziz, Jalan Mappala, Makassar, Senin (8/1/2018).

Airlangga Hartarto menuturkan dirinya merasa kagum dengan nuansa kearifan lokal Sulsel. “Saya terima kasih mendapatkan kehormatan memakai pakaian adat. Kerisnya ada di depan, artinya siap bertempur. Ewako!” ujar Airlangga yang juga Menteri Perindustrian ini.

Pelepasan sesuai adat menjadi simbol passalama (tolak bala). Dalam kegiatan ini, simbol kebersamaan, kekekerabatan, dan kekeluargaan dalam satu tempat berpijak dan  langit bernaung.

Selanjutnya, pasangan NH-Aziz ditudungi kain putih sebagai simbol kesucian untuk mencapai tujuan suci. Ini juga menjadi pengharapan keselamatan kepada Allah swt. Selain kain putih, ditudungi pula dengan payung kerajaan untuk menandakan kemampuan memayungi masyarakat Sulsel bersama-sama dalam suka maupun duka.

Prosesi tersebut dibawakan langsung oleh Bissu, pemuka adat Kerajaan Bone. Prosesi pelepasan menuju pencalonan pilgub melalui adat Bone berlangsung dengan khidmat. Seluruh hadirin prosesi adat juga tak luput mendoakan NH  menjadi orang nomor wahid di Sulsel dipimpin Wakil Ketua DPW PPP kubu djan Faridz Sulsel, Arifuddin Lewa.

Selanjutnya, NH-Aziz bersama rombongan bergerak menuju Kantor KPU Sulsel, Jalan A. P. Pettarani. Pasangan nasionalis-religius ini menaiki bendi menuju lokasi pendaftaran. Selain bendi, rombongan juga diiringi pasukan berkuda, bentor, dan mobil hias

Pasangan NH-Aziz mendaftar ke KPUD Sulsel diusung oleh lima parpol. Rinciannya yakni Golkar, NasDem, Hanura, PKB dan PKPI. Di samping itu, ada pula PPP kubu Djan Faridz yang ikut sebagai parpol pendukung. (*)