Warga Sebut Program FatMa Implementasi Kerjanya Jelas, Tidak ‘Kapau Pau’

oleh

SIDRAP, RAKYATNEWS – – Calon Bupati dan wakil bupati Sidrap Hj Fatmawati Rusdi – Abdul Majid semakin dielu elukan oleh Warganya, memiliki pengalaman kerja tingkat nasional dan terbiasa dengan kultur mengayomi ala Rusdi Masse, Warga menilai kapasitas dan kapabilitas pasangan fatma adalah pilihan tepat bagi warga Sidrap.

Mengacu pada program kerja yang ditawarkan pun, pasangan fatma dinilai oleh Warga memiliki program yang masuk akal, program kerjanya seiring dengan implementasi kerjanya jadi bisa dibilang apa yang ditawarkan oleh pasangan fatma adalah program yang tidak’kapau Pau’atau asal ngomong.

Kami melihat kesiapan program yang di tawarkan oleh kedua paslon sangat menarik, tapi kami kwatir realisasi di lapangan untuk rakyat akan sulit di terealisasi, Warga sekarang pandai dalam memilih, mereka akan pilih yang sudah mereka rasakan dan tidak hanya bagus di desain kata kata,”cauna mita gambara, iyanaro nitae mata Mannessa, makanja ko pada i pak Rusdi ”yang artinya bosan kami melihat desain gambar dan kata kata, kami ingin apa yang ada dan jelas, bagus kalau program dan progres kerjanya sama dengan pak RMS jelas La Baba warga Ulu ale kecamatan wattang Pulu kab Sidrap.

Pembangunan yang berkelanjutan sesuai dengan kinerja bupati visioner Rusdi Masse masih sangat diinginkan oleh Warga Sidrap, tidak heran jika di sosial media bnyak yang merasa kwatir jika warga Sidrap salah dalam menentukan pilihan, RMS sudah mendesain Sidrap menjadi kabupaten yang diperhitungkan di Sulsel bahkan Indonesia, jika hal ini tidak diteruskan oleh pemimpin yang tepat, ada kekwatiran masyarakat Sidrap akan pembangunan yang mulai pesat redup dengan sendirinya, masyarakat harus betul betul memilih pasangan yang tepat,dan untuk pembangunan Sidrap lebih maju harus di lanjutkan oleh calon pemimpin yang sevisi dan sejalan dengan bupati saat ini, jika tidak sejalan maka bagaimana tongkat estafet pemerintahan bisa disesuaikan dengan program yang telah ada dan program yang akan dilakukan, tutup la Baba yang juga merupakan dosen disalah satu universitas di Makassar ini.