dr Ani Nurbani: Pesta Demokrasi Mestinya Semarak, Jangan Di Buat Tegang

oleh

LuwuTimur,RakyatNews–Pemilihan calon anggota legislatif dan presiden tahun 2019 tinggal menghitung jam,besok tepatnya 17 April 2019 rakyat Indonesia dari berbagai daerah di republik ini akan menentukan pilihan,mulai dari Memilih calon legislatif hingga menentukan pucuk pimpinan tertinggi di republik ini.

Pesta demokrasi lima tahunan yang mestinya oleh masyarakat disambut dengan suka cita justru di akhir pelaksanaan di buat tegang dengan Hadirnya polemik praktek money politik yang menjadi senjata terakhir oleh beberapa caleg untuk meraih suara dari masyarakat.

dr Ani Nurbani yang juga merupakan calon anggota DPR RI Dapil Sulsel 3 dari partai Nasdem menanggapi hal tersebut sebagai pembunuhan karakter dalam berdemokrasi,”namanya saja pesta demokrasi, mestinya disambut dengan suka cita dan rasa bahagia kerna lewat proses ini kita akan mendapatkan pemimpin pemimpin terbaik pilihan masyarakat.

Pesta demokrasi jangan dibuat tegang, masyarakat jangan di jadikan korban politik uang, waktu yang diberikan oleh penyelenggara pemilu saya rasa sudah cukup untuk meyakinkan masyarakat tentang apa yang akan diberikan kepada daerah ini ketika amanah itu datang, jadi Minggu tenang jangan di buat tegang lah jelas dr Ani Nurbani.

Politik uang di Minggu tenang ini memang sedang hangat di perbincangkan,bukan kerna cara ini adalah cara paling mudah mendapatkan suara masyarakat akan tetapi banyaknya Calon anggota legislatif yang oleh Bawaslu tertangkap tangan (OTT) melakukan praktek haram tersebut.

Cara instan dalam merebut suara rakyat dengan menggunakan metode politik uang memang tak pernah lepas dari hajatan pemilu,baik itu pilcaleg maupun pilpres, namun ada hal yang mestinya menjadi bahan pertimbangan masyarakat bahwa dengan menerima uang ataupun bentuk yang lainnya dengan imbalan hak pilihnya diberikan kepada sipemberi maka pada saat itu pula masyarakat menghalalkan Caleg tersebut untuk melakukan praktek korupsi sebagai dispensasi dari chos politik yang telah di keluarkan.

Penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU telah menegaskan bahwa caleg yang terbukti melakukan praktek haram money politik jika ditemukan akan didiskualifikasi.