Di Jakarta “Papa Minta Saham”, Di Luwu Timur “Kades Minta Jatah”

  • Whatsapp

Rakyat.news, Luwu Timur – Kabar miring datang dari kelompok ternak sapi di Desa Lambarese, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur. Diduga Kepala Desa setempat turut meminta jatah, tanpa memberi kontribusi yang disepakati oleh anggota dan pengurus kelompok ternak tersebut.

Kandang Kelompok Kelompok Tani

“Tandon kati” adalah salah satu kelompok ternak sapi pengembangan dengan cara inseminasi Buatan (IB), yang baru baru ini mendapat bantuan ternak berupa sapi betina sejumlah 20 ekor.

Muat Lebih

Sapi tersebut diperuntukkan bagi anggota kelompok ternak sejumlah 20 orang dengan nilai 20 juta per ekor, di Desa Lambarese, Kecamatan Burau.

Sayangnya istilah “Bapak minta jatah” dari kelompok tani yang mendapat bantuan sapi tersebut, merebak keruang publik. Pasalnya, ketika salah satu anggota kelompok tani membeberkan adanya dugaan kades setempat ngotot minta jatah sapi pula, hingga mengundang komentar salah satu anggota kelompok, bukannya memberikan dukungan yang ada justru meminta jatah dari bantuan sapi tersebut.

“Iya, betul Om, saat itu ada nama anggota yang kami daftar atas nama Idenk, tapi Kepala Desa juga minta satu, dan dipercayakan Idenk yang gembala, tapi Idenk yang disuruh tandatangani 2 sapi,” Kata salah satu anggota kelompok yang minta namanya tidak diekspos.

Diketahui sebelumnya, bantuan ternak tersebut dapat diberikan setelah kelompok tani membuat sebuah kandang, sehingga para anggota dan pengurus diwajibkan untuk mengumpulkan dana sebesar Rp.24.000.000.

Secara terpisah, ketua kelompok, Manto mengakui, “ memang ada anggota punya nama Idenk tapi dia mengganti salah satu anggota yang pernah mengundurkan diri,” Tutur Manto pada Sabtu (4/01/20).

Berdasar Pengamatan media di lokasi, ada beberapa nama anggota yang tertulis namanya pada petakan kandang, dimana terdapat nama beberapa oknum aparat desa, termasuk nama salah satu kepala dusun, beberapa orang kaur desa serta didapati pula 2 nama yang sama atas nama Idenk.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak yang bersedia memberikan klarifikasi terkait dugaan “Bapak minta jatah” di kelompok ternak sapi “Tandon Kati” ini. Kades Lambarese juga saat ingin dikonfirmasi via seluler belum bisa dimintai klarifikasi terkait berita ini.

Penulis : Arif Tella

Editor  : Sabri

 

Pos terkait