Dibombana Dana PKH Disunat, Ini Klarifikasi Pendamping PKH Kabaena Barat

  • Whatsapp

Rakyat News, Bombana – Beberapa waktu lalu telah viral sebuah postingan yang diunggah oleh salah satu masyarakat Pulau Sagori, Kec. Kabaena Barat, Kab. Bombana, Prov. Sulawesi Tenggara berinisial KM di akun facebooknya membahas tentang dana PKH yang diduga telah dipangkas oleh pihak pengurus PKH setempat.

viralnya status milik KM sontak membuat berbagai kalangan masyarakat geram terhadap aksi yang diduga dilakukan oleh pengurus PKH sehingga berbagai komentar netizen pun muncul dan tidak sedikit diantaranya mengutuk perbuatan tersebut.

Bacaan Lainnya

Salah satu anggota kelompok pendamping PKH kecamatan kabaena barat, kab. bombana, prov. sulawesi tenggara berinisial AS merespon tentang viralnya status milik KM, Menurutnya apa yang dijelaskan KM bukanlah masalah, hanya saja terjadi akibat ketidakpahaman KM akan proses yang selama ini terjadi dikalangan masyarakat dan pendamping PKH.

“awalnya itu saya lihat postingannya saya tidak komen karena saya anggap bukan masalah, tapi mungkin karena ada yang mencoba memanas manasi akhirnya jadi masalah, kemudian semua yang dituntut oleh KM itu sudah melewati proses kesepakatan antar kedua belah pihak seperti kartu ATM penerima PKH yang dipegang oleh kami,” Ucap AS melalui sambungan telefon, Kamis (13/02/2020).

AS menambahkan mengenai ATM yang dipegang oleh pendamping PKH itu adalah demi alasan keamanan semata

“ATM kami pegang karena sering terjadi kasus penerima PKH ini menghilangkan ATM nya, sering lupa sandi, basah dan lain sebagainya yang menyebabkan harus dibuat ulang baru mereka tidak tau bikin bikin begitu, sedangkan regulasi dari pihak bank bahwa saat ini pembuatan ATM tidak dapat di wakili, jadi demi keamanan kami pegangkan ATM mereka tentunya atas izin mereka sendiri dan jika mereka suatu saat ingin mengambilnya maka kami akan langsung kasikan” jelasnya.

lanjutnya mengenai tidak konsistennya dana yang diterima oleh masyarakat itu dikarenakan adanya tahap pemutakhiran yaitu mengevaluasi kembali data-data masyarakat penerima dana PKH

“setiap penerimaan dana itu kami ada namanya pemutakhiran, yaitu kami update kembali data masyarakat, jangan sampai ada anaknya yang putus sekolah, atau ada yang hamil sebab hamil ketiga itu tidak terbayarkan hanya batas hamil ke 2, Lalu sebagian masyarakat juga memiliki utang di PNPM dengan kesepakatan akan dipotong dari dana PKH namun hal itu jangan di timpakan ke kami karena itu tugas ranah kerja PNPM bukan tugas kami” pungkasnya.

sementara Bripka Irwan selaku mediator kedua belah pihak di kepolisian mengatakan jika ada penyimpangan dilapangan lalu ada buktinya maka segera laporkan lalu akan segera ditindak lanjuti namun jika hanya sekedar miskomunikasi maka tugasnya hanyalah meluruskan kesalahpahaman saja

“iya kami hanya meluruskan saja kesalahpahaman soalnya dilapangan sudah panas isunya lalu daripada ada gesekan diluar maka kami panggil cepat orang-orang yang bersangkutan lalu kami mediatori dan alhamdulillah tadi sudah selesai, ATM penerima PKH akan dikembalikan besok” terang Bripka Irwan.

sedang KM menjelaskan dalam satus postingan FB nya Jum’at (14/02/2020) bahwa kasus PKH tersebut telah selesai dibahas dan segala tuntutannya telah terpenuhi yakni ATM masyarakat telah dikembalikan serta sisa dana yang belum diberikan masih tersimpan rapih di rekening penerima PKH.

Wartawan: Dion Permana
Penulis     : Muh. Irfan Mahmud

Pos terkait