Kembalinya Kejayaan Tanah Luwu

  • Whatsapp
Musriadi

Rakyat News, Opini – Darah dan tangis perjuangan dibumi Sawerigading yang harus dihargai dan direnungkan, dengan begitu gigihnya para pendahulu pejuang, pahlawan kita mempertahankan wilayah nya dari serangan tangan para penjajah.

Pahlawan nasional Andi Djemma dari Luwu, Sulawesi Selatan, lahir di Palopo 15 Januari 1901, dan wafat di Makassar 23 Februari 1965. Andi Djemma adalah Datu (Raja) Luwu yang memimpin gerakan perjuangan di wilayahnya ditanah Luwu, mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kedatuan kerajaan Luwu yang pertama menyatakan sikap di Sulawesi Selatan bergabung dalam NKRI.

Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-74 dengan Hari Jadi Luwu ke-752, pada 21/23 Januari 2020, tidak saja, hanya dirayakan dalam bentuk pertemuan dan atau seremonial semata, tapi mesti ada hasil yang harus kita capai. Perayaan ini, mestinya pertemuan semua Elemen masyarakat tanah Luwu sebagai wadah Eksistensial dan siap bersaing dalam menghadapi era revolusi 4.0

Musriadi, Harapan, Sinergitas elemen masyarakat, berkesadaran mengembalikan kejayaan luwu dimasa lalu diakui ” Akuasangen dan Payung e ri Luwu”, dan harus menyata di masa akan datang, apa lagi ditopang dengan kekayaan sumberdaya Alam yang begitu memadai sehingga lahir kalimat semboyan”Wanua Mappatuo Naewai Alena” yang tidak bisa dipinjam atau diklaim daerah-daerah lain.

Dan Tana luwu harus mejadi kiblat peradaban dalam menopang kualitas kehidupan dimasa akan datang, serta 4 daerah menjadi satu merupakan Kekompakan elit yang nyata, harus di jaga, memudahkan gagasan-Gagasan besar bisa capai. (*)

Pos terkait