Fakultas Teknik Unhas Kukuhkan Dua Professor Baru

  • Bagikan
Fakultas Teknik Unhas Kukuhkan Dua Professor baru
Dok. Istimewa

MAKASSAR – Universitas Hasanuddin menyelenggarakan Rapat Paripurna Senat Akademik terbatas dalam rangka upacara Penerimaan Jabatan Professor bidang keteknikan di lingkup Fakultas Teknik (FT).

Kegiatan berlangsung secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 serta disiarkan secara langsung melalui kanal youtube Senat Akademik pada pukul 09.00 Wita di Ruang Senat Akademik Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar. Selasa (12/10).

Baca Juga : Pustakawan DPK Sulsel Rapat Evaluasi Kegiatan Pembinaan Perpustakaan di Kabupaten/Kota

Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA., mengatakan dengan dikukuhkannya dua guru besar tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam hal kualitas pengembangan pembelajaran di masa akan datang.

“Dengan kehadiran Guru Besar, akan memperkuat kehadiran Unhas dalam penyelesaian masalah bangsa. Kami mengharapkan, para Guru Besar Unhas bisa berkontribusi secara aktif dalam berbagai upaya pengembangan pada masa mendatang,” katanya.

Guru Besar yang dikukuhkan yakni:

1. Prof. Dr. Ir. Hj. Sumarni Hamid, MT., (guru besar ke-427), Bidang Ilmu Rekayasa Lalu Lintas, lahir di Polewali pada 28 Desember 1958. Tentang “Model Estimasi Emisi Pada Lalu Lintas Heterogen dalam Mewujudkan Udara Bersih”

2. Prof. Dr. Ir. Ilyas Renreng, MT., (guru besar ke-428), Bidang Material Manufaktur, lahir di Makassar 14 September 1957. Tentang “Rekayasa Material Komposit Serat Alam untuk Pengembangan Industri Manufaktur”

Guru Besar, Prof. Dr. Ir. Hj. Sumarni Hamid, MT, mengatakan perlu adanya langkah atau strategi yang dilakukan untuk mewujudkan udara bersih dalam mencapai lingkungan yang sehat.

“Pencapaian kehidupan dan lingkungan sehat sebagai perwujudan udara bersih memerlukan langkah strategis sebagai kerangka perencanaan terpadu. Strategi pencapaian dilakukan dengan mengoperasikan teknologi kendaraan yang efisien, ketersediaan infrastruktur jalan ramah lingkungan, ketersedian angkutan bus, pembatasan penggunaan kendaraan pribadi dan edukasi eco driving,” ungkapnya.

Guru Besar, Prof. Dr. Ir. Ilyas Renreng, MT, mengatakan pohon Akaa mengandung serat yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi penguat material komposit yang dapat digunakan untuk keperluan industri manufaktur.

“Pohon Akaa berserat alam adalah jenis palem yang memiliki kandungan serat yang cukup banyak di pelepah dan daunnya. Tapi, belum dimanfaatkan sebagai penguat material komposit, termasuk species corypha yang tumbuh liar. Berdasarkan hasil uji hidrolisis kandungan lignosellulosa serat Akaa adalah selulosa 33,28%, hemisellulosa 24,12% dan lignin 25,4%. Serat ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi penguat material komposit untuk keperluan berbagai industri manufaktur,” jelasnya.

  • Bagikan

Makassar Recover

Makassar Recover