Atlet Pelari Kejuaraan Dunia Kenya Tewas Ditikam di Rumahnya

  • Bagikan
Atlet Pelari Kejuaraan Dunia Kenya Tewas Ditikam di Rumahnya
Atlet pelari kejuaraan dunia asal Kenya, Agnes Tirop yang meraih perunggu pada 10.000m di London 2017 dan Doha 2019 ditemukan tewas dirumahnya, Rabu (13/10/2021. | Dok. Istimewa

ITEN – Atlet Pelari kejuaraan dunia asal Kenya, Agnes Tirop ditemukan tewas ditikam di rumahnya pada kota Barat Iten, Rabu (13/10/2021).

Baca Juga: Barcelona Cari Sponsor Dada Baju, Berikut Harganya!

Dilansir dari BBC, Agnes yang merupakan peraih medali perunggu di Kejuaraan Dunia 2017 dan 2019 di nomor 10.000m ini ditemukan oleh polisi tewas dengan darah di lantai.

Ketua Atletik Kenya Wilayah Nairobi, Barnaba Korir, juga membenarkan kabar tragis atas insiden yang terjadi di Iten, Kabupaten Elgeyo Marakwet itu.

Barnaba menjelaskan bahwa Tirop ditemukan di rumahnya dengan luka tusuk di perutnya.

“Tirop ditemukan tewas di rumah mereka di Iten setelah dia diduga ditikam oleh suaminya. Kami masih bekerja untuk menggali lebih banyak detail seputar kematiannya,” ujarnya.

Pelari berusia 25 tahun tersebut telah menetapkan rekor dunia baru 10km khusus wanita bulan lalu di Jerman, melewati batas dalam 30:01.

Tirop mengatakan bahwa dirinya sangat senang dengan pemecahan rekor dunia yang telah Ia lakukan.

‘Saya sangat senang memecahkan rekor dunia. Kecepatannya sulit tetapi saya merasa tubuh saya merespons dengan baik.’

Sebelumnya, pelari jarak jauh itu juga mewakili Kenya di Olimpiade Tokyo musim panas ini di nomor 5.000m, di mana ia finis keempat pada 2 Agustus tahun ini.

Pada Kejuaraan Lintas Negara Dunia 2015, Tirop yang masih berusia 19 tahun kala itu membuatnya menjadi pemenang termuda kedua dari perlombaan wanita, di belakang Zola Budd yang legendaris.

Atlet pelari andalan Kenya itu telah berkeliling dunia memenangkan medali bagi negaranya, Ia mengklaim perunggu di 5.000m di Kejuaraan Dunia Junior di Barcelona pada tahun 2012 dan memenangkan emas dalam perlombaan tim junior di Kejuaraan Lintas Negara Dunia di Polandia pada tahun berikutnya.

DPRD Makassar

  • Bagikan

Makassar Recover

Makassar Recover