Jalan Mulai Rusak, Kadis PUPR Marah Tindaki Kontraktor

  • Bagikan
Jalan Mulai Rusak, Kadis PUPR Marah Tindaki Kontraktor
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kadis PUPR) Jeneponto, Arifin Nur, marah dan mengambil tindakan tegas diback up oleh Bidang Bina Marga dengan melakukan teguran atau tindakan kepada kontraktor yang melaksanakan pengerjaan trotoar serta jalan tersebut.

JENEPONTO – Sejumlah ruas jalan di Kabupaten Jeneponto sudah mulai rusak, padahal baru dikerjakan oleh rekanan atau kontraktor pada tahun anggaran 2020 kemarin. Hal ini mengundang reaksi dari berbagai komponen masyarakat.

Baca Juga : SBY Dianjurkan Jalani Medical Treatment di Luar Negeri

Aksi unjuk rasa dilayangkan masyarakat sebagai bentuk protes kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Jeneponto beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kadis PUPR) Jeneponto, Arifin Nur, marah dan mengambil tindakan tegas diback up oleh Bidang Bina Marga dengan melakukan teguran atau tindakan kepada kontraktor yang melaksanakan pengerjaan trotoar serta jalan tersebut.

IMG 20211102 WA0034
Perbaikan trotoar di ruas jalan kota Bontosunggu, Kabupaten Jeneponto

“Terkait jalan yang sudah mulai rusak dan trotoar, pihak Dinas PUPR sudah mengambil tindakan tegas kepada kontraktor yang bersangkutan,” kata Arifin, melalui pesan via WhatsApp, Selasa (2/10/2021).

Arifin menegaskan untuk perbaikan jalan dan trotoar sesuai dengan kesepakatan maka batas waktu (deadline) yang diberikan yaitu dua minggu.

“Jadi sesuai dengan kesepakatan dengan rekanan maka batas waktu perbaikan jalan dan trotoar yaitu dua minggu dan itu harus tuntas,” tegasnya.

Ia mengatakan, semua jalanan yang rusak sesuai tuntutan akan dilakukan perbaikan secara tuntas, karena semua alat berat sudah ada di Kabupaten Jeneponto.

IMG 20211102 WA0035
Pihak kontraktor mulai memperbaiki jalan rusak di ruas jalan Barandasi-Bontojai, Kecamatan Tamalatea

Selain itu, kata Arifin, sebelumnya pihaknya juga sudah menyurati kontraktor dan itu sangat direspon positif oleh rekanan yang bersangkutan.

Masih ada dana pihak kontraktor sebesar 15 persen yang tertinggal dan Kabid Bina Marga, Mashuri Lalang sudah berjanji tidak akan memberikan dananya kalau pekerjaan mereka tidak mulus.

“Untuk ruas jalan Barandasi-Bontojai yang rusak, sudah mulai dikerjakan oleh PT Hijrah Bangun Nusantara, dimana ruas jalan ini menelan anggaran Rp 8,8 Milyar,” ujarnya.

“Sedangkan untuk perbaikan pembangunan trotoar yang dikerjakan oleh PT Aditya Perdana Sakti yang menelan anggaran sekitar Rp 11 Milyar juga sudah mulai di lakukan perbaikan,” pungkasnya.

DPRD Makassar
  • Bagikan

Makassar Recover

Makassar Recover