DPRD Desak Pemkot Makassar Tegas Terapkan Aturan PSBB

  • Whatsapp

RAKYAT NEWS, MAKASSAR – Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Irwan Djafar dengan tegas meminta Pemkot tak ambigu dalam menerapkan aturan Pembatasan Sosial Beriskala Besar (PSBB) tahap dua.

Kata dia, apapun alasannya aturan tetap harus ditegakkan dengan cara yang tegas.

Bacaan Lainnya

“Membiarkan toko buka saat PSBB itu ambigu namanya. Peraturan itu nda pake perasaan, harus tegas dan rasional dan tidak pandang bulu. Tidak ada aturan itu yang namanya pelan-pelan, aturan itu harus punya makna jagan ambigu,” ujarnya.

“Kalau kita katakan PSBB, lihat poin-poin Perwalinya seperti apa. Aturan itu harus di tegaskan dan di tegakkan,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar mulai dilema dalam Penerapan aturan Pembatasan Sosial Beriskala Besar (PSBB) tahap dua yang dijadwalkan mulai hari ini, Jumat (8/5/2020) hingga dua pekan kedepan, 22 Mei 2020.

Pasalnya, dalam penerapan PSBB tahap dua ini, Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb mengatakan, akan mengarahkan sejumlah toko untuk tetap beroperasi dengan catatan menjual secara daring alias online.

“Yang memungkinkan itu kalau menjual peralatan-peralatan terkait dengan Kesehatan, misalnya jual masker, jual untuk bahan plastik pelindung diri, itu toko-toko yang begitu boleh buka. Tetapi toko lainnya kita arahkan kepada online,” kata Iqbal.

Iqbal rupanya tidak mempermasalahkan sejumlah aktivitas toko selama masih berjualan online dan menjalankan protap PSBB.

“Tergantung aktivitasnya apa, kalau aktivitasnya online tidak masalah. Karena jangan sampai orang datang disitu, dia cuma mau ambil pesanan online nya. Online tidak ada masalah,” jelas Iqbal.

Sedangakan dalam aturan Perwali PSBB nomor 22 Tahun 2020 sendiri sangat jelas diatur bahwa toko non bahan pokok untuk sementara dilarang beroperasi.(*).

Pos terkait