DPRD Makassar

Kemenkumham Sulsel Pantau SKB Kesamaptaan CPNS 2021

Kakanwil Kemenkumham Sulsel Pantau Pelaksanaan SKB Kesamaptaan CPNS 2021
Kakanwil Kemenkumham Sulsel Pantau Pelaksanaan SKB Kesamaptaan CPNS 2021

MAKASSAR – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulawesi Selatan Harun Sulianto didampingi Kepala Divisi Administrasi Sirajuddin, Kepala Divisi Pemasyarakatan Edi Kurniadi, dan Kepala Divisi Keimigrasian Dodi Karnida pantau pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Kesamaptaan Hari Pertama Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Hukum dan HAM Tahun Anggaran 2021 Kualifikasi Pendidikan SLTA dan Sederajat.

Baca Juga: Kemenkumham Sulsel Berduka, Karutan Makassar Berpulang

Kegiatan ini dilaksanakan di Batalyon A Sat  Brimob Polda Sulsel, Jl. Sultan Alauddin No 75, Pa’baeng-baeng, Makassar, pada Rabu (24/11).

Kadiv Administrasi Sirajuddin selaku Ketua Panitia Daerah minta kepada peserta tes agar mengikuti tes dengan sportif dan percaya pada kemampuan sendiri serta tunjukkan kemampuan dengan optimal.

Menurut Sirajuddin, tes ini merupakan kerjasama pihaknya dengan Satbrimob Polda Sulsel. Untuk transparansi, telah terpasang kamera video sebagai antisipasi jika ada peserta yang keberatan dengan hasil tes.

Baca Juga: Sempat Terhenti Akibat Pandemi, Pemda Lutra dan Kemenkumham Kembali Gelar Diseminasi HAM

Sirajuddin juga mengatakan bahwa tahapan dalam pelaksanaan Seleksi Tes Kesamaptaan Jasmani terdiri dari lari 12 menit, dan Pull Up (untuk wanita chaning)  Sit Up, serta Push Up selama 1 (satu) menit dan kemudian Shuttle Run jarak 6 Kali 10 meter.

Kepala Bagian Umum, Basir mengatakan bahwa tes ini akan berlangsung mulai 24 hingga 27 November 2021 dengan formasi SLTA sebanyak 205 orang yang terdiri dari 203 orang penjaga tahanan (199 laki-laki dan 4 perempuan) serta 2 orang Pemeriksa Keimigrasian (1 laki-laki dan 1 perempuan).

“Untuk hari ini, sebanyak 169 peserta pria telah ikut tes kesamaptaan. Satu peserta tidak melanjutkan tes tersebut karena mengalami tekanan darah tinggi. Peserta tersebut juga tidak mau ambil resiko,” Kata Basir.