Tinjau Pembangunan KA Trans Sulawesi, Ini Harapan Kepala Balai Teknik Perkeretaapian

  • Whatsapp

RAKYAT NEWS, BARRU – Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Timur, Jumardi mengatakan, penyelesaian jalur KA dan pembangunan tujuh stasiun yakni Mandai, Maros, Rammang-rammang, Pangkajene, Labakkang, Ma’rang, dan Mandalle ditargetkan selesai pada Tahun 2021.

“Besar harapan untuk tahun depan kita sudah bisa mengoperasikan tahap pertama untuk tahapan sosialisasi,” ujarnya saat melakukan peninjauan proses pembangunan Stasiun Mandalle, Kamis (1/10/20).

Bacaan Lainnya

Jumardi meminta kepada seluruh pemangku kepentingan untuk bersama mendukung program strategis nasional pembangunan jalur kereta api di Sulawesi.

“Kita harus dukung mulai dari atas sampai bawah mengikut sertakan masyarakat untuk mendukung, minimal di tingkat bawah pemerintah daerah itu mensosialisasikan kepada masyarakat manfaat jalur kereta api itu supaya penolakan-penolakan dari masyarakat terkait dengan ganti rugi itu tidak ada,” ujarnya.

Lanjut Jumardi, “Saya salut dengan pengadilan negeri pangkep yang sudah terjun langsung untuk memfasilitasi seusai dengan peraturan perundang-undangan bagi masyarakat yang menolak ganti rugi dalam waktu 14 hari kerja sejak musyawarah bentuk ganti rugi maka itu semua dititip pengadilan,” jelasnya.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Timur ini menuturkan dari data yang ia miliki, 90 persen masyarakat menolak ganti rugi yang disodorkan pemerintah untuk pembangunan fasilitas kereta api.

“Saya juga sebagai masyarakat Sulawesi Selatan itu kecewa kenapa disini terjadi penolakan begitu besar terhadap pengadaan tanah untuk jalur kereta api. Tapi saya pahami karena ini pertama kali proses pengadaan tanah secara massif jadi pengalaman-pengalaman seperti ini untuk kita itu belum banyak,” ungkapnya.

Pembangunan Jalur Kereta Api Trans Sulawesi Lintas Makassar – Parepare dimulai sejak tahun 2015 dan saat ini telah memasuki tahun ke 5. Pembangunan dimulai di Kabupaten Barru yaitu di dan telah diselesaikan 47 KM.

Proyek KA di Sulsel, sejatinya telah rampung di Kabupaten Barru sepanjang 47 KM. Pembangunan akan dilanjutkan di Kabupaten Pangkep dan Maros sepanjang 59,6 KM.

Untuk diketahui kunjungan kerja yang digelar Bumi Karsa yang berada di bawah naungan Kalla Development & Construction yang juga sebagai kontraktor utama atau main kontraktor dalam Proyek Stasiun Kereta Api Makassar – Parepare dihadiri oleh Kadishub Provinsi Sulawesi Selatan, Kadishub Kabupaten Pangkep, Kepala Kantor Pertanahan Pangkep, Ketua Pengadilan Negeri Pangkep, Kepala Dinas Penataan Ruang Kabupaten Pangkep.

Turut hadir jajaran direksi Kalla Group dan PT Bumi Karsa diantaranya Presiden Direktur Kalla Group, CEO Kalla Development & Construction, Direktur PT Bumi Karsa dan Direktur Teknik PT Celebes Railway Indonesia.

Acara dimulai dengan peninjauan salah satu stasiun yang sudah terbangun di Kab. Barru (Tanete Rilau) kemudian dirangkaian dengan Peninjauan Pengecoran Perdana Pile Cap oleh masing-masing pejabat yang hadir langsung.

Pos terkait