Resesi, Bank Indonesia Optimis Ekonomi Sulsel Stabil

  • Whatsapp

RAKYAT NEWS, MAKASSAR – Ekonomis Sulawesi Selatan Sulawesi mengalami perbaikan itu disampaikan Edwin Permadi, Kepala Divisi Implementasi KEKDA BI Sulsel. Senin (9/11/2020)

Ekonomi Sulawesi Selatan triwulan III-20 secara umum mengalami perbaikan dibandingkan dengan triwulan II-20 meskipun masih berada dalam zona kontraksi. Pada triwulan III-2020, tercatat pertumbuhan masih berada pada -1,08 persen (yoy). Namun angka ini lebih baik dibandingkan dengan triwulan II-2020 yang mencapai -3,86 persen (yoy)

Bacaan Lainnya

“Bila dilihat perbandingan ekonomi sulsel relatif lebih baik dibanding nasional. Dilihat dari triwulan II minusnya sekitar 3 persen sekarang sisa 1 persen kalau kita bandingkan dengan di Indonesia secara keseluruhan itu sudah lebih baik dimana di nasional sekitar 5 persen Sulse 3 persen kita sudah lebih baik kita sudah di track yang benar,” tutur Edwin.

Walau Indonesia saat ini masih dalam kondisi resesi Edwin mengaku kondisi ini tidak akan lama, dilihat dari pertumbuhan ekonomi Sulsel terus membaik.

“Resesi tidak hanya di Indonesia di berbagai negara lain juga, kalau kita lihat negara lain ada lebih duluan resesi, mereka tetap bisa bertahankan, kita bisa mencontoh dari situ, ini hanya perlu recovery saja,” ujarnya.

Dari sisi pengeluaran, perbaikan kinerja ini didorong oleh mulai menggeliatnya beberapa lapangan usaha di Sulawesi Selatan seperti konstruksi, perdagangan, hingga industri pengolahan. Kondisi ini sejalan dengan hasil survey Bank Indonesia yang menangkap peningkatan kegiatan usaha.

Dari sisi permintaan, konsumsi mulai membaik meskipun masih tumbuh negatif. Mobilitas masyarakat juga memperlihatkan kondisi pemulihan ke arah periode sebelum pandemi. Secara umum, perbaikan ekonomi di triwulan 3 juga masih belum optimal karena belanja pemerintah yang masih belum terealisasi maksimal. Kinerja ekspor juga masih menahan perbaikan kinerja permintaan lebih lanjut.

Pos terkait