2 Kabupaten di Sulsel Raih Anugrah STBM Award 2020

  • Whatsapp

RAKYAT NEWS, MAKASSAR – Sanitasi Total Berbasis  Masyarakat  (STBM) sebagai pendekatan pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan perilaku masyarakat yang higienis dan saniter secara mandiri dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, telah ditetapkan menjadi strategi nasional pembangunan sanitasi. Pilar STBM terdiri atas perilaku: 1. Stop Buang Air Besar Sembarangan; 2. Cuci Tangan Pakai Sabun; 3. Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga; 4. Pengamanan Sampah Rumah Tangga; dan 5. Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga. Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian salah satu target SDGs tujuan 6 yaitu pada tahun 2030 sudah mencapai akses sanitasi yang memadai dan layak untuk semua serta mengakhiri buang air besar sembarangan (SBS).

Panitia dan Polres Lutra Matangkan Persiapan Kampanye Hari Perempuan IntenasionalLuwu Utara Siap Jadi Tuan Rumah Porda Provinsi Sulsel

Piagam Penghargaan STBM Award 2020

Faktor yang menjadi penentu keberhasilan STBM mencakup 3 komponen penting yaitu menumbuhkan kebutuhan  sanitasi (Demand Craetion) di masyarakat salah satunya dengan melakukan pemicuan, ketersediaan pelayanan kebutuhan sanitasi (Supply Creation) dan lingkungan yang mendukung (Enabling Environment) diperkuat dengan peran pemerintah daerah hingga ketersediaan pengaanggaran dalam Program STBM. Implementasi 5 Pilar STBM menjadi solusi menekan penyebaran Covid-19 melalui implementasi poin ke 2 pilar STBM perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Jika lima pilar STBM sudah menajdi budaya dan perilaku tentu seluruh masyarakat Indonesia tidak perlu takut dengan Covid-19, dan penyakit infeksi lainnya.

Luwu Utara Siap Jadi Tuan Rumah Porda Provinsi Sulsel

Pada Tanggal 13 November  2020 yang dirangkaikan dengan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 56, dan Rakornas STBM ke-4 yang dilaksanakan oleh Kemeneterian Kesehatan RI secara virtual, Menteri Kesehatan (Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad) Memberikan penghargaan kepada Kabupaten/Kota Stop Buang Air Besar Sembarangan,  Kabupaten/Kota Terbaik dalam Upaya Percepatan Buang  Air Besar Sembarangan, Kabupaten Kota Terbaik Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Berkelanjutan Kategori Penciptaan Lingkungan Kondusuif (Enabling Enviroment), Kebutuhan Sanitasi (Demand Creation) dan Kategori Pemenuhan Kebutuhan Sanitasi (Supply Creation), Ini  Berdasarkan Keputusan Manteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: HK.01.07/MENKES/6167/2020, Tentang Penganugrahan Tanda Penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Berkelanjutan Tahun 2020. “Dua Kabupaten di  Provinsi Sulawesi Selatan berhasil  meraih Penganugrahan STBM Award dalam kategori terbaik yaitu Kabupaten Barru sebagai  kabupaten /kota terbaik dalam upaya percepatan Buang  Air Besar Sembarangan (Open Defecation Free)  dan  Kabupaten  Pinrang  sebagai Kabupaten/Kota terbaik Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Berkelanjutan Kategori Penciptaan Lingkungan Kondusif (Enabling Enviromnet). Selain Dua kabupaten (Barru dan Pinrang) juga terdapat 5 kabupaten yaitu kabupaten Sidenreng Rappang, Kabupaten Wajo, Kabupaten Luwu, Kabupaten Barru, dan Kabupaten Kepulauan Selayar sebagai Kabupaten/Kota Stop Buang Air Besar Sembarangan (Open Defacation Free) pada tahun 2020. Melalui Keputusan Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Nomor: HK.02.02/III/1024/2020 Tentang Penetapan Penerima Penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Award Tahun 2002”  Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat           (dr. Kirana Pritasari M.QIH) juga memberikan Apresiasi Penghargaan, Sertifikat tanda  penghargaan kepada Sanitarian/ Petugas Kesehatan Lingkungan  Puskesmas Terbaik dalam mendorong percepatan STBM di wilayah kerjanya yaitu (Ramlah Mustafa, S,ST, Puskesmas Lancinrang Kab. Sidrap, Andi Jerniati Ridwan, SKM, UPTD Puskesmas Pitumpanua  Kab. Wajo  Muhani, SKM, M.Kes , Puskesmas  Larompong Selatan Kab. Luwu dan Armin Arif Rahmansyah, SKM, Puskesmas Palakka Kab. Barru. Selain Petugas sanitarian apresiasi dan penghargaan diberikan Kepada Natural Leader terbaik dari Kabupaten/Kota SBS/ODF Tahun 2018, 2019 dan 2020 dalam upaya mendukung percepatan STBM di wilayah kerjanya yaitu: Muflihat, S.Hut  Desa Pateneteang Kab. Bantaeng, Nurhayati Desa Lamppulle Kab.Soppeng, Abd. Salam Desa Tasiwalie Kab. Pinrang, Zulkarnaen S.Pd Kelurahan To’Bulung Kota Palopo, Iskandar Desa Carawali Kab. Sidrap. Syamsul Alam Desa Kaluku Kab. Wajo, Tandi Tuyanti Desa Buntu Babang  Kab. Luwu dan A. Syah Indra Irwan Desa Palanro Kab. Barru. Serta Kepala Desa terbaik dari Kabupaten /Kota  SBS/ODF  tahun 2018, 2019 dan 2020 yaitu Lukman, SKM Desa Pateneteang Kab. Bantaeng, Amri S.Sos Desa Lamppulle Kab.Soppeng, H.Muslimin Malli Desa Patobong Kab. Pinrang, Jumsa, S.Sos Kelurahan To’Bulung Kota Palopo, Andi Apris Desa Kalosi Alau Kab. Sidrap, Baso Ahmad, ST Desa Kaluku Kab. Wajo, Andi Muhammad Arfan Basmin, SH Desa Senga Selatan  Kab. Luwu dan Muhammad Dahlan , Sos, M.si Desa Pacceke Kab. Barru.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan (H.Muhammad Husni Thamrin, SKM, M.Kes) mengungkapkan pada saat menutup penilaian STBM Award Tingkat Provinsi (Sabtu 3/10/2020) bahwa dengan adanya Penilaian STBM Award akan melahirkan banyak inovasi terbaik untuk percepatan target SDGs 2030.

Penulis : Sarmada

Pos terkait