Dirintis pembangunan oleh Pemda Ketua Yayasan Masjid Agung Takalar di jabat oleh Sekda

  • Whatsapp

RAKYAT NEWS, MAKASSAR – Sebagaimana salah satu anggota Badan Pendiri Yayasan Masjid Agung Takalar,M Said Pammusu turut memberikan pandangannya terkait dengan posisi Ketua Yayasan yang saat ini dijabat oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar .
M.Said Pammusu yang juga mantan Wakil Bupati Takalar tersebut menilai bahwa Sekretaris Daerah yang mengisi posisi Ketua Yayasan Masjid Agung bukanlah hal yang luar biasa.

Oleh karena Masjid dalam hal ini Masjid Agung Takalar pada awalnya dirintis pembangunannya oleh Pemerintah Daerah .Dan sejumlah Daerah lain ,Ketua Yayasan juga dipimpin oleh Wakil Bupati atau Sekretaris Daerah.

Bacaan Lainnya

“ Di beberapa kabupaten itu yang menjadi ketua umum Yayasan Waqaf yakni Wakil Bupati atau Sekda dan di Takalar juga Pada Zaman Bupati Takalar Zainal Abidin yang menjadi Ketua Umum Yayasan Waqaf yakni Drs H.M.Nawir Majjaga,M.Si “ Ujar M Said Pammusu anggota badan pendiri Yayasan Waqaf Masjid Agung Takalar.

Selain itu ia menambahkan bahwa ketua Umum Yayasan bukanlah jabatan struktural sehingga tidak bisa dikategorikan sebagai rangkap jabatan yang mengharuskan ketua mundur dari salah satu posisinya.

Penetapan Sekretaris Daerah sebagai Ketua Umum Pengurus Masjid Agung Takalar adalah jabatan EX-OFICIO Mewakili Pemerintah daerah dalam Hal ini tidak mencederai proses Demokrasi yang telah memilih dan menetapkan Ir.Jamaluddin Maknun Dg Tata sebagai Ketua Harian yang mengkoordinir dan mengatur Semua Kegiatan Pelaksanaan Ibadah di Masjid Agung dan Kegiatan Lainnya didalam Area Masjid Agung dan Mess Pemda yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Takalar.

Pengalaman Pengurus yang lalu banyak hal yang tidak bisa diatur Contohnya. Mess Pemda intinya tidak ada Pembahasan Anggaran dan Anggaran Rumah Tangga Yayasan yang di Notariskan.

Keberadaan Sekda sebagai Ketua Umum untuk Penataan Administrasi Aset- aset milik Yayasan Waqaf Masjid Agung dan Sebagian juga tercatat sebagai Aset Pemda.

Kewenangan penuh Pengaturan Manajemen Pengolaan kegiatan – kegiatan di Masjid Agung Takalar termasuk Pengaturan Pelaksanaan Ibadah dalam rangka Memakmurkan Masjid Agung sepenuhnya menjadi Kewenangan Ketua Harian tidak diatur yang melarang Pejabat menjadi Ketua Umum Masjid Agung Takalar.

Sementara itu Kabag Kesra Setda Kab.Takalar Amran Torada menyampaikan bahwa berdasarkan koordinasi yang dilakukan dengan Biro Kesra Provinsi Sul Sel sebelum Pelantikan,menyarankan agara Ketua Umum yayasan Waqaf Masjid Agung Takalar sebaiknya ad lah Sekretaris Daerah.

“iya jadi Berdasarkan hasil Koordinasi dengan Biro Kesra di Pemprov”.Pungkas Amran Torada

Pos terkait