HM Amin Syam Support Pertemuan Akbar Wijanna Raja Bone La Patau

  • Whatsapp
La Patau

RAKYAT NEWS, MAKASSAR – Mantan gubernur Sulsel, HM Amin Syam menyambut baik dan support kegiatan pertemuan akbar Wijanna Raja Bone La Patau.

“Kita harus dukung kegiatan seperti ini. Apalagi sesama keturunan. Semua kan ujung-ujungnya silaturahmi,” ujar purnawirawan jendral ini kepada panitia inti.

Bacaan Lainnya

Kegiatan pertemuan akbar silaturahmi keturunan raja bone ke 16 ini memang baru pertama kali akan dilaksanakan.

“Ini menjadi ajang pulang kampung, saling menghargai, silaturahmi, bukan mencari kasta,” kata Andi Fadli yang ditunjuk menjadi humas panitia.

Mantan jurnalis Trans TV dan Radio Ramako Jakarta ini menambahkan, panitia inti sudah melakukan sejumlah pertemuan dan audien dengan para tokoh.

“Sebelumnya sudah silaturahmi sama gubernur, Sekjen Kkss dan Bupati Bone, Andi Fashar. Saling sipakatabe, apalagi kultur orang Bugis Makassar,” ungkap dosen UIN Alauddin Makassar ini.

Mantan wartawan Harian ini menambahkan, dalam silaturahmi dengan mantan gubernur, Amin Syam, langsung hadir Ketua Umum, Andi Bau, Sekertaris, Andi Dahrul, Karaeng Sombayya dan sejumlah kerabat inti.

1. Sejarah Raja Bone La Patau

Raja Bone La patau
Sumber: Google Image

La Patau Matanna Tikka (lahir pada tanggal 03 November 1672 dan wafat pada tanggal 16 September 1714) adalah Sultan Bone XVI yang menjabat pada tahun 1696-1714. menggantikan Arung Palakka. Gelaran nama panjang La Patau adalah La Patau Matanna Tikka, Sultan Alimuddin Idris, Walinonoe To Tenribali Malae Sanrang, Matinroe ri Nagauleng.

2. Riwayat Keluarga Raja Bone La Patau

La Patau
Sumber: Google Image

La Patau adalah anak adari pasangan La PakokoE To Angkone Arung Timurung, Paddanreng Tuwa VI (16), Putra Sultan Bone XIII La Maddaremmeng dan We Tenri Wale Mappolo BombangE Maddanreng Palakka yang merupakan adik dari Arung Palakka

Arung Palakka menikahkan La Patau Matanna Tikka dengan We Ummung Datu Larompong anak dari La Settia Raja, PajungngE ri Luwu MatinroE ri Tompo’tikka yang kemudian melahirkan We Batari Toja Daeng Talaga.

Pada tahun 1687 Masehi, La Patau Matanna Tikka dinikahkan lagi oleh pamannya Arung Palakka di Makassar yaitu We Mariama Karaeng Pattukangan, anak KaraengE ri Gowa yang bernama I Mappadulung Daeng Mattimung Tumenanga ri Lakiung atau cucu yang juga merupakan cucu dari Sultan Hasanuddin.

Dari perkawinannya itu lahirlah empat anak, yaitu We Yanebana I Dapattola La Pareppa To Sappewali, La Padassajati To Appaware dan La Panaongi To Pawawoi.

Pos terkait