Dugaan korupsi Pengadaan Kapal Nelayan Antar Legislator Bulukumba ke Meja Hijau

  • Whatsapp
Dugaan korupsi Pengadaan Kapal Nelayan Antar Legislator Bulukumba ke Meja Hijau | Rakyatdotnews
Ilustrasi

RAKYATNEWS, MAKASSAR – Muhammad Sabir terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan kapal nelayan 30 GT pada Dinas Perikanan dan Kelautan, kembali menjadi perhatian publik khususnya warga Kabupaten Bulukumba.

Kasus ini cukup menarik karena proses penanganannya yang begitu panjang dimana terdakwa yang saat ini berstatus anggota dewan di Kabupaten Bulukumba telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 2016 lalu oleh Kejari Bulukumba, namun baru disidangkan awal 2021 ini.

Bacaan Lainnya

Muhammad Sabir saat penetapan tersangka saat itu, berstatus Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan di Bulukumba, namun dalam proses pengerjaan pihak kejaksaan “mencium” adanya aroma tindak pidana korupsi dalam proses proyek pengadaan kapal nelayan 30 GT, yang merupakan bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang menggunakan anggaran APBN 2012 senilai kurang lebih Rp 2,4 miliar.

Untuk menguatkan dugaan tersebut, pihak kejaksaan pun mulai melakukan penyelidikan. Dan benar adanya kejaksaan menemukan adanya dugaan perbuatan melawan hukum sehingga dilakukanlah pendalaman terhadap kasus tersebut.

Dari pengumpulan data dan bukti-bukti kejaksaan pun menetapkan dua orang yang paling bertanggungjawab dalam dugaan tindak pidana korupsi pengadaan kapal 30 GT.

Kedua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka saat itu, Muhammad Sabir selaku Kuasa Penggunaan Anggaran (KPA) sekaligus juga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam Proyek Pembangunan Kapal Penangkap Ikan 30 GT (INKAMINA 490 dan INKA MINA 491) pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bulukumba dan H.ARIFUDDIN (DPO) selaku Direktur PT. PHINISI SEMESTA BULUKUMBA

Seperti diketahui Arifuddin yang merupakan salah satu tersangka saat ini berstatus DPO, sehingga hanya Muhammad Sabir yang di majukan sebagai terdakwa dalam sidang di Pengadilan Tipikor Makassar.

Akhsan, salah satu Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara ini saat dihubungi, Kamis (15/04/21) membenarkan jika sidang lanjutan telah dilaksanakan.

“Bukan saya yang hadiri sidang tapi mungkin teman yang lain, karena banyak JPUnya kasus kapal,” kata Aksan dalam pesan WhatsApp.

Pos terkait