Hasil Autopsi Serda Rusdi Menunjukkan Tanda Kekerasan

  • Whatsapp

RAKYAT NEWS, BOMBANA – Tim Dokter Forensik Kedokteran Kepolisian Biddokkes Polda Sultra telah selesai melakukan autopsi jenazah Serda Rusdi, sekitar pukul 21.30 Wita.

Babinsa asal Kabaena, Kabupaten Bombana, sulawesi tenggara itu di autopsi di Ruang Autopsi Rumah Sakit Bhayangkara Kendari, yang dimulai dari, Rabu (19/8/2020) sore.

Bacaan Lainnya

Dari hasil autopsi, tim dokter forensik tidak dapat menyimpulkan, apakah almarhum Rusdi meninggal karena dibunuh atau bunuh diri.

Namun, Dokter Raja Alfatih Widya Iswara yang memimpin jalannya proses autopsi mengatakan, pada tubuh almarhum Serda Rusdi ditemukan sejumlah tanda-tanda kekerasan.

diketahui Serda Rusdi merupakan BABINSA yang bertugas di desa Rahanrai, Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Rencananya jenazah akan dibawa ke kampung halamannya yang berada di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan

Sementara, DANREM 143 Haluoleo Kendari, Brigjen TNI Jannie A.Siahaan mengatakan, proses penyelidikan akan dilanjutkan oleh Polisi Militer TNI juga dibantu POLRI.

“Karena dia (serda rusdi) anggota tentara jadi POM yang menangani, kenapa kita taruh di RS. Bhayangkari karena yang memiliki fasilitas untuk autopsi adalah teman dari polda sultra, nanti ketika terbukti bahwa dia bersentuhan dengan orang lain baru polda yang tangani,” Ucap Brigjen Jannie A. Siahaan.

Pos terkait