Konselor Stunting Sulsel Tingkatkan Taman Gizi di Lahan Pekarangan

  • Whatsapp

RAKYAT NEWS, SINJAI – Program gerakan masyarakat mencegah stunting (Gammarana) Dinas Kesehatan Sulsel terus mendorong masyarakat untuk mencegah stunting.

Kali ini tenaga konselor Stunting di daerah lokus Desa Lamatti Riattang Kecamatan Bulupoddo Kabupaten Sinjai menggelar rembuk stunting untuk melakukan intervensi pencegahan dan penurunan stunting dilakukan secara bersama-sama tokoh masyarakat, Kamis (24/9/2020).

Bacaan Lainnya

Hasil dari rembuk stunting kata Hasmi Septiani meningkatkan tanam gizi di lahan pekarangan sebagai solusi meningkatkan konsumsi sayur dan buah masyarakat.

“Solusi yang bisa dilakukan masyarakat untuk meningkatkan gizi di tingkat keluarganya dengan memanfaatkan pekarangan rumah. Dari hasil rembuk stunting beberapa usulan termasuk meningkatkan taman gizi serta melakukan pembagian bibit kepada warga yang dimulai dari kader sebagai contoh dalam pemanfaatan pekarangan,” katanya.

Selain itu Hasmi Septiani mengatakan Masa 1000 HPK sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Olehnya itu membuat program intervensi menekan stunting.

“Stunting dan 1000 HPK yang dilanjutkan dengan Pemaparan hasil pendataan dan rencana program di Desa Lamatti Riattang, dengan melakukan berbagai intervensi termasuk melakukan Kelas Ibu Hamil, Kelas Ibu Balita, Kelas Kader Posyandu, Kelas Remaja Putri, Konseling Ibu Hamil KEK, Konseling bayi Stunting, Edukasi KPM, PMT bagi Ibu Hamil, PMT bagi Ibu Hamil KEK (Biskuit), PMT Makanan lokal/Telur Puyuh/Buah bagi Bayi 6-23 Bulan, Taman Gizi, Dapur Ibu, Pengadaan jamban bagi yang belum memiliki,” katanya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sulsel Mohammad Husni Thamrin harap pendamping gizi dan konselor stunting bekerja dengan hati di masyarakat.

“Kita adalah role model menjadi contoh di masyarakat karna kita akan mengajak untuk hidup dengan pola hidup yang sehat,” harapnya.

Pos terkait