Pengelola Pertahankan Keberadaan dan Keramaian Kanre Rong

  • Whatsapp

RAKYAT.NEWS, MAKASSAR – Kawasan kuliner Kanre Rong Karebosi, menjadi sorotan publik atas dugaan pungutan liar (pungli) sewa menyewa lapak yang dilakukan Kepala UPTD Kanre Rong, Muhammad Said.

Sejumlah pedagang pun mengakui menyewa dan melakukan pembayaran langsung ke pengelola.Tanpa dipertemukan antara pemilik lapak dan penyewa. Uang sewa pun diserahkan kepengelola bervariatif tergantung dari kesepakatan.

Bacaan Lainnya

Menanggapi apa yang dituduhkan itu. Pihak pengelola pun dalam hal ini Muhammad Said angkat bicara. Kepada wartawan Said tidak membantah saat ini ada sewa menyewa lapak di Kanre Rong yang dilakukan PKL.

“Saya memang mengetahui hal itu terjadi,” kata Said.

Namun, kata dia harus pula kita sadari secara kemanusiaan, kebijakan itu penting untuk diambil agar semua lapak yang ada dapat beroperasi sebagaimana mestinya.

“Namun demikian kebijakan inilah yang seakan-akan saya menjadi tertuduh serta memperoleh keuntungan dari sewa menyewa lapak dari pengguna awal yang diserahkan kepada pengguna baru,” kata Said.

Padahal, lanjutnya yang menyewakan lapak justru pemegang Tanda Daftar Usaha (TDU) dalam hal ini pemilik pertama lapak yang selama ini belum habis masa berlakunya.

Said juga mengatakan, setiap TDU masa berlakunya hanya dua tahun dan jika berakhir harus diperpanjang lagi jika PKL masih mau menggunakan berjualan. Namun pihak pengelola masih memberi kebijakan PKL menggunakan lapak walaupun TDU-nya telah berakhir dengan alasan kemanusiaan.

Alasan kemanusiaan yang dimaksud pengelola disini adalah tidak sedikit pedagan awal-awal berjualan gulung tikar disebabkan dagangan mereka berupa makanan rusak dan busuk disebabkan pengunjung yang kurang membeli.

“Akhirnya PKL menutup lapaknya karena tidak ada lagi modal berjualan,” kata Said.

Disisi lain aktivitas di kanre rong harus terus berjalan, sehingga itu pengelola membiarkan pemilik lapak menyewakan lapaknya, agar pemilik lapak modalnya bisa kembali sebagian.

“Dan hasilnya seperti saat ini, Kanre rong yang dulunya sepi pengunjung sekarang sudah ramai seperti yang kita lihat saat ini,” kata Said.

Dia juga mengatakan, inilah bentuk pengabdiannya sebagai kepala UPTD untuk meramaikan dan menghidupkan aktivitas di kanre rong. (*)

Pos terkait