DPRD Makassar

Bersiap! MRT Akan Hadir di Mamminasata

Bersiap! MRT Akan Hadir di Mamminasata
Mess Rapid Transit akan hadir di Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar (Mamminasata).

MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus berupaya untuk menghadirkan fasilitas yang layak bagi masyarakat, khususnya dalam bidang transportasi.

Setelah pembangunan jalur kereta api Makassar-Parepare yang saat ini masih dalam progres pengerjaan, dan juga menghadirkan Bus Rapid Transit (BRT) Mamminasata oleh Teman Bus, kini Pemerintah Provinsi akan menghadirkan layanan transportasi publik modern terintegrasi Mass Rapid Transit (MRT) di Kota Makassar.

Baca Juga: Minyak Goreng Langka, Plt Gubernur Kerahkan KPPU dan Satgas Pangan Lakukan Pemantauan

Layanan kereta cepat MRT menjadi salah satu layanan yang akan dihadirkan Pemerintah Provinsi dalam rangka mengatasi kemacetan di wilayah integrasi Mamminasata yang akan bekerjasama dengan PT MRT Jakarta.

Pelaksana Tugas (PLT) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menjelaskan rencana kerjasama tersebut menjadi pembahasan dalam pertemuannya bersama Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel, di Makassar, Sabtu (29/1/2022).

“Alhamdulillah, Kita sudah ketemu dengan Dirut PT MRT Jakarta Bapak William Sabandar. Insya Allah PT MRT segera siapkan MoU dan ‘Facilibilty Study’nya,” ucapnya.

Menurutnya, fasilitas transportasi publik ini akan membantu pemerintah dalam mengurai kemacetan di Makassar, terkhusus di kawasan Mamminasata.

Mengingat, kata Andi Sudirman, Makassar merupakan salah satu kota besar di luar Pulau Jawa dan menjadi hub untuk Kawasan Indonesia Timur. Sehingga, tingginya tingkat aktivitas di wilayah Mamminasata menjadi potensi terjadinya kemacetan.

“Makanya, kehadiran MRT nanti dapat menjadi solusi untuk mengurai kemacetan. Sekaligus juga bisa menjadi transportasi yang dapat mendukung pariwisata di Sulawesi Selatan,” terangnya.

Beberapa titik transit, kata Andi Sudirman, ditawarkan kepada PT MRT, yakni, bandara, pelabuhan, kantor gubernur, dan juga kawasan Jalan Metro Tanjung, khususnya di Center Point of Indonesia.