RAKYAT. NEWS, JAKARTA – Seorang Putri Arab Saudi bernama Misha`al binti Fahd al Saud menemui nasib tragis ketika dia ketahuan menjalin hubungan asmara. Dia adalah anggota Dinasti Saud, cucu Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, yang merupakan kakak dari Raja Khalid, Raja Arab Saudi saat itu.

Baca Juga : Hadiri Business Matching 2023, Bupati Basli Ali Serukan Cinta Produk Lokal

Misha`al lahir pada 1958 dan meninggal setelah dieksekusi pada 15 Juli 1977. Seperti dilansir dari dawn.com, kisah itu dianggap sebagai skandal besar yang dimulai ketika keluarganya mengizinkannya menuntut ilmu di Libanon.

Di sana dia bertemu bertemu dengan seorang pria bernama Khaled Al-Sha`er Mulhallal. Saat diketahui, Mulhallal ternyata adalah keponakan duta besar Arab Saudi di Libanon, Ali Hassan Shaer.

Seperti yang diketahui, Arab Saudi punya aturan yang ketat terkait hubungan dan pertemuan antara perempuan dan laki-laki. Hubungan Misha’al dan kekasihnya dinilai melanggar larangan serius. Fakta sederhananya, apa yang mereka lakukan tersebut dianggap perzinahan karena keduanya belum menikah.

Menurut beberapa informasi yang didapat pula, saat itu Putri Misha’al telah bertunangan dengan pria lain. Namun meski begitu, dengan kepribadian Mulhallal yang sopan dan baik, Misha’al terus melanjutkan hubungan terlarang tersebut hingga akhir hidupnya.

Merasa hubungan yang mereka jalin tidak mendapat restu dari keluarga kerajaan, Putri Misha’al bersama kekasihnya mengatur rencana untuk kabur dan kawin lari. Putri Misha’al berusaha memalsukan kematiannya, seolah dia mati tenggelam dan jasadnya tidak ditemukan. Hal itu dilakukan supaya dia bisa kabur ke luar negeri bersama kekasihnya.

Dia menyamar sebagai pria, namun sayangnya dia dan Mulhallal berhasil ditemukan saat pemeriksaan di Bandara Jedaah. Kemudian, mereka berdua langsung dikembalikan ke keluarga kerajaan.