RAKYAT.NEWS, DEPOK – Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Turiman merespon soal ditemukan balita usia dua tahun yang mengalami stunting yang diusia tersebut hanya memiliki berat badan enam kilogram

 

Diketahui, balita tersebut berlokasi di RT.002, RW 009, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok.

 

Menurutnya, hal itu sangat membuat miris sekali. Dimana, saat ini pemerintah tengah menggalakan program penurunan angka stunting.

 

“Justru, masyarakat kota Depok di buat heboh dengan temuan makanan yang menurut sebagian masyarakat di nilai tidak layak,” kata Turiman, Senin (20/11).

 

Dengan alasan itulah, Politisi dari Fraksi Partai Gerinda itu sebut telah memanggil semua pihak terkait.

 

“Sudah kami panggil vendor penyedia makanan dan dinas Kesehatan.Dan informasi yang di berikan (Dari mereka) untuk menu itu sudah sesuai dengan standar dan spek, tetapi sekali lagi itu pendapat mereka untuk itu kami akan lakukan kajian lebih dalam,” kata dia.

 

Tidak sampai disitu, Turiman juga mengutarakan bahwa pihaknya sudah mempertanyakan masalah kualitas gizi yang diberikan ke balita ketika menjalankan program dimaksud.

 

“Menurut kami dari komisi D bahwa apa yang sudah di berikan ke anak-anak untuk nilai gizinya.Kami tidak tahu untuk itu perlu kajian,” imbuhnya.

 

“Karena kalau di lihat dari makanan yang di sajikan dan nilai harga itu sangat tidak layak ,contoh dari nilai pagu anggaran Rp 18000 dengan jenis barang seperti itu memang tidak layak artinya memang sangat minim sekali artinya memang perlu pendalaman kembali,” lanjutnya.

 

Mendengar hal itu, Boysik beserta relawan Solidaritas Merah Putih (Solmet) dan Sahabat Kaesang (SAKA).”Akan segera action dengan turun langsung ke lapangan, karena ini darurat dimana anak yang umurnya hampir 3 tahun tetapi hanya memiliki berat badan tidak lebih dari 6 Kg,” ujar dia.