RAKYAT.NEWS, JAKARTA – Direktur P3S, Jerry Massie merespon film Dirty vote berjudul “Terbongkar Semua Skenario Curang”, yang berdurasi 1:57:22 itu, meski Jerry sepakat film tersebut sebagai pengingat tapi waktu tayang kurang tepat di masa tenang Pemilu 2024.

“Saya pikir film ini menarik, Kenapa bukan tayang di waktu lalu,” tandas Jerry kepada Rakyat News, pada Senin (12/2/2024).

Dari satu sisi, Jerry menyimak dalam film itu di duga menyerang paslon Prabowo-Gibran. Secara implisit dan implikasinya negatif terhadap Prabowo.

“Jadi sepertinya ini sengaja dibuat bukan untuk membuat pemilu bersih,” ujar dia.

Belum lagi, Jerry melihat seperti Bivitri lebih condong ke capres Anies. Pada intinya, ia menganggap semua manusia mempunyai dosa.

“Jangan sok tak berdosa yang penting kita mau merubah sifat dan karakter kita seperti ditunjukan Prabowo dengan program memberi makan anak-anak dan fakir miskin,” pungkasnya.

Lebih parah lagi, jerry menilai kalau dugaan film yang dimaksud ada kerja bareng Mahfud MD berarti ini film propaganda pemilu.

“Jadi film Dirty vote bukan murni film dokumenter yang tak ada unsur keberpihakan tak ada titipan atau tak ditunggangi,” tandas dia.

“Tapi lebih ke arah politisasi film. Ini harua dtindaki oleh KPU telusuri kenapa film ini dibuat, siapa otaknya dan apakah ini hanya sengaja nenyerang Prabowo-Gibran,” sambung Jerry.

Dengan begitu, Jerry menyarankan sesuai aturan PKPU dimasa tenang jangan ada tayangan seperti film dugaan konspirasi ini.

“Perlu diblokir dan dihentikan di medsos dan youtube penayangannya,” imbaunya.

Alasan itulah, Jerry meminta Menkominfo untuk mengambil sikap penayangan film tersebut agar masayarakat Indonesia benar-benar merasa di masa tenang saat ini.

“Coba kalau bisa film ini diblokir dulu sebelum pencoblosan, harus ada koordinasi antara Bawaslu, Menkominfo dan You tube,” tutupnya.