RAKYAT.NEWS, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberikan pilihan kepada para caleg DPR, DPD, DPRD I dan DPRD II untuk menutup akses profil atau rekam jejak di situs www.kpu.go.id.

Hal tersebut tentu berbeda dengan Pemilu sebelumnya, masyarakat secara bebas dapat membaca visi misi para caleg, riwayat pendidikan maupun organisasi mereka.

Akibat dari peraturan ini, ada sekitar 30% caleg yang menutup akses biodatanya. Tentu hal ini menyulitkan para pemilih atau masyarakat untuk mencari informasi rekam jejak setiap calon legislatif. Bagaimana para caleg ini akan menerapkan prinsip keterbukaan dan transparansi, jika sejak awal pencalonan sudah menutup diri.

LBH Pers bersama koalisi masyarakat sipil telah berkirim surat ke KPU untuk meminta penjelasan mengapa kebijakan ini diberlakukan. KPU sudah membalas surat namun jawabannya tidak menjelaskan dengan terang benderang mengapa profil Caleg harus ditutup.