RAKYAT.NEWS, JAKARTA – Program Officer Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Heroik Pratama mempertanyakan KPU apakah data pemilu dibuka pada setiap tahapan atau secara parsial.

Menurutnya, ada sembilan prinsip dasar keterbukaan data terbuka anatara lain, pemilu harus tepat waktu agar CV ( Curriculum Vitae) segera dapat terpublikasi saat pendaftaran Calon Legislatif. Bahkan, data primer atau terkecil saja harus terpublikasi.

“Sebenarnya bukan hanya data CV saja tetapi dana kampanye,” ucap Heroik saat diskusi publik tentang “30% Calon Legislatif (Caleg) Tutup Akses Profilnya Akibat Kebijakan KPU” pada Selasa (13/2/2024).

Ia mengingatkan kembali bahwa terdapat laporan dana kampanye pada masa pemilu tahun 2014 dan pemilu tahun 2019 lalu, terdapat tiga jenis laporan yaitu, rekening awal para calon, sumbangan pihak ketiga atau peserta pemilu, laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye.

Namun, Heroik menilai masa kampanye 2024 ini sangat berbeda, karena data dana kampanye yang termuat dalam situs www.kpu.go.id tidak terlalu secara detail.

“Siapa kelompok penyumbangnya, apa nama badan swasta yang nyumbang,” kata dia.

Meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) kini memiliki pemantau data jumlah sumbangan dana kampanye yang diterima para kontestan politik secara sistematis, tetapi kekurangan sistem tersebut tidak dapat menelusuri lebih jauh setiap penyumbang untuk para kontestan politik.

“Lengkap dalam satu bundel, dapat di analisis atau di baca oleh mesin, tidak dikendalikan pemilik, nondiskriminasi, bebas hak milik, tersedia setiap saat,” ucap Heroik.

Melalui sembilan prinsip terbuka itu, Heroik menganggap akan dapat melakukan asesmen terhadap sistem keterbukaan data yang di miliki KPU.

Pasalnya, mengulas kembali pemgalaman pemilu sebelumnya mengenai data terbuka dalam CV para Caleg, dana kampanye.