RAKYAT. NEWS, JAKARTA – Sebagai upaya percepatan realisasi penanaman moda (investasi) daerah, maka Pemerintah Kabupaten Jeneponto melakukan kunjungan konsultasi ke Kantor Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia, Jl. Gatot Subroto No.44 7, RT.7/RW.1, Senayan, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Selasa (14/5/2024).

Rombongan Pemkab Jeneponto dipimpin langsung oleh Pj. Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri, S.Sos., MH., di dampingi oleh Sekertaris Daerah, H. Muh Arifin Nur, SH., MH. dan sejumlah pimpinan perangkat daerah.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Pejabat Fungsional Utama Analis Kebijakan Pemkab Jeneponto Dr. dr. HM. Syafruddin Nurdin, M. Kes., Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Vonny Ameliani, serta Akademisi Univertas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Dr. Muh. Ibnu Hajar.

Rombongan diterima oleh
Direktur Promosi Wilayah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru dan Pasifik Kementerian Investasi/BKPM, Gatot Subyargo Wijayadi., SE., MM.

Pada pertemuan ini dibahas sejumlah isu dan gagasan terkait strategi, peluang dan tantangan pengembangan investasi penanaman modal di Kabupaten Jeneponto, baik investasi dalam negeri maupun investasi asing.

Kementerian Investasi RI memberikan apresiasi dan menyambut baik kunjungan konsultasi ini sebagai upaya fasilitasi dan pembinaan investasi di daerah untuk dukungan akselerasi pembangunan daerah dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Menurut Dr. Hj. Meriyani Anwar SP., M.Si. Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Jeneponto bahwa konsultasi ini bertujuan untuk membangun sinergi dan penyamaan persepsi dalam pengembangan investasi daerah di Kabupaten Jeneponto.

Kita bersyukur bahwa ini bagian dari inisiatif Pj. Bupati Jeneponto untuk mendorong sinergi kolaborasi dari perangkat daerah melalui strategi optimalisasi potensi resources yg dimiliki untuk percepatan investasi daerah, ungkap Meryani.

Kondisi Kabupaten Jeneponto dengan potensi kekayaan dan keberagaman sumber daya alam yang dimiliki jika dikelola dengan baik dan melalui skema pelibatan stakeholder terutama pihak swasta, maka akan sangat berdampak pada percepatan pembangunan daerah, ungkap Pj. Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri.