RAKYAT.NEWS, JAKARTA – Sebanyak 277.800 ekor benih bening lobster diamankan TNI AL bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dari pelaku penyelundupan di Jambi.

Benih yang berhasil diamankan itu kemudian akan dilepaskan di perairan Lampung.

“BBL itu kekayaan alam kita, yang nilainya besar sekali,” ungkap Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Media dan Komunikasi Publik, Doni Ismanto Darwin saat konferensi pers di Pangkalan Utama TNI AL III, Jakarta, Kamis (16/5/2024).

Sepanjang tahun 2024, sudah delapan kali dilakukan penggagalan penyelundupan benih bening lobster yang jika ditotal mencapai 982.025 ekor.

Kementerian Kelautan dan Perikanan telah membentuk Project Management Office (PMO) 724 untuk mengakselerasi pelaksanan Permen KP Nomor 7/2024. Regulasi ini diterbitkan untuk mentransformasi tata kelola lobster di Indonesia termasuk dari sisi pengawasan hingga penguatan ekosistem budidaya lobster nasional.

“PMO saat ini diisi oleh internal KKP untuk mengakselerasi Permen KP Nomor 7/2024. Ke depan ini akan diperkuat lagi dengan pembentukan Satgas Lobster yang melibatkan aparat penegak hukum serta kementerian/lembaga terkait,” pungkas Doni.

Penggagalan penyelundupan BBL oleh TNI AL berlangsung dua kali dalam sebulan ini. Tim Lanal III Palembang sebelumnya mengamankan hampir 100 ekor benur dari operasi penangkapan di Banyuasin, Sumatera Selatan pada awal Mei lalu.

Kemudian tim Lanal III Palembang kembali melakukan penangkapan di wilayah Tanjung Jabung Timur, Jambi pada 10 Mei lalu sebanyak 277.800 ekor BBL. Ratusan ribu benur ini akan diselundupkan ke Singapura dengan tujuan akhir negara Vietnam.

“Rute-rutenya sudah kami pelajari, termasuk tempat-tempat pengirimannya sudah kami pelajari,” ungkap Asisten Intelijen Kepala Staf Angkatan Laut (Asintel Kasal), Laksamana Muda TNI, Akmal.