Danantara dan BUMN Percepat Bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN Pastikan Listrik Menyala
Ia menambahkan bahwa Huntara tidak hanya diposisikan sebagai solusi jangka pendek, melainkan sebagai bagian dari tahapan pemulihan yang lebih komprehensif, termasuk pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.
“Huntara ini menjadi jembatan penting menuju fase hunian permanen dan pemulihan ekonomi masyarakat. Karena itu, kualitas dan keberlanjutan tetap menjadi perhatian utama,” tambahnya.
Pembangunan Huntara dilakukan dengan memperhatikan standar kelayakan hunian darurat.
Selain konstruksi bangunan, pemerintah juga memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar seperti listrik, air bersih, sanitasi, serta dukungan fasilitas kesehatan di kawasan hunian.
Sejalan dengan itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan kesiapan penuh PLN dalam mendukung pembangunan Huntara melalui penyediaan pasokan listrik yang aman dan andal bagi seluruh unit hunian dan fasilitas umum.
“PLN siap melaksanakan arahan Pemerintah melalui Danantara Indonesia untuk memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan Huntara. Setiap unit hunian yang telah selesai dibangun, kami pastikan listriknya juga sudah tersedia dan dapat langsung menyala, sehingga masyarakat bisa segera menempati tempat tinggalnya dengan aman dan nyaman,” kata Darmawan.
Saat ini, PLN telah membangun dan menyiapkan infrastruktur kelistrikan di kawasan Huntara Aceh Tamiang, mulai dari pemasangan trafo, jaringan distribusi, hingga kWh meter di seluruh unit hunian yang telah selesai dibangun.
Jaringan listrik tersebut telah tersambung sepenuhnya dan dinilai mencukupi untuk melayani kebutuhan listrik rumah warga maupun fasilitas umum.
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, bersama Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, turun langsung ke lapangan untuk mengawal progres pembangunan Huntara dan infrastruktur kelistrikannya.
Darmawan menegaskan bahwa kehadiran listrik merupakan kebutuhan dasar yang wajib tersedia untuk menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari di hunian sementara.








Tinggalkan Balasan