RAKYAT.NEWS, MAKASSAR – PT Waskita Karya (Persero) Tbk resmi menandatangani kontrak paket pekerjaan konstruksi pembangunan Stadion Sudiang Makassar.

Kontrak tersebut dilakukan antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pelaksana Prasarana Strategis Sulawesi Selatan dengan Waskita-ADHI KSO.

Penandatanganan kontrak disaksikan langsung oleh Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Sulsel Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU), Iwan, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulawesi Selatan, Suherman, pada 30 Desember 2025 lalu.

Melalui kontrak tersebut, Waskita Karya menyatakan kesiapan penuh dalam merealisasikan Stadion Sudiang Makassar sebagai stadion berstandar internasional.

“Melalui kontrak baru pembangunan Stadion Sudiang, Makassar, Waskita siap mewujudkan stadion berstandar FIFA dengan total kapasitas bangku sebanyak 27.000 single seat, dilengkapi fasilitas penunjang modern seperti press conference room, ruang ganti pemain, hingga royal box,” tulis akun Instagram resmi Waskita Karya dikutip pada Jumat (2/1/2026).

Stadion Sudiang Makassar dirancang dengan konsep arsitektur yang mengusung nilai kearifan lokal.

Fasad stadion terinspirasi dari bentuk kapal Pinisi dengan pola garis bergelombang, sehingga tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas olahraga modern, tetapi juga merepresentasikan identitas budaya Sulawesi Selatan.

“Pembangunan stadion ini menjadi bagian dari komitmen Waskita dalam menghadirkan fasilitas olahraga berkualitas internasional yang mendorong kemajuan sepak bola nasional sekaligus pengembangan kawasan di Indonesia Timur,” lanjut pernyataan dalam unggahan tersebut.

Berdasarkan data proyek, Waskita Karya memenangkan tender pembangunan Stadion Sudiang Makassar dengan nilai penawaran sebesar Rp637.155.613.120 dari pagu anggaran Rp674.952.980.000.

Proyek strategis tersebut ditargetkan rampung dan selesai dikerjakan hingga tahun 2027.

Sebagai informasi, pekerjaan fisik atau groundbreaking pembangunan Stadion Sudiang Makassar dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Januari 2026. Proyek ini diharapkan menjadi salah satu ikon baru olahraga di Sulawesi Selatan sekaligus mendukung pengembangan infrastruktur olahraga nasional. (*)

YouTube player