Debat Panas HPI RSUD CAM dan YBH Perempuan-Anak, Tujuan Uang Mediasi Rp50 Juta Dipertanyakan
RAKYAT.NEWS, KOTA BEKASI – Perdebatan panas terjadi antara pihak Instalasi Hukum Publikasi dan Informasi (HPI) RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (CAM) Kota Bekasi dengan Yayasan Bantuan Hukum (YBH) Perempuan dan Anak Indonesia terkait dugaan malpraktik yang dialami pasien berinisial MRG. Perdebatan tersebut mengemuka saat pihak yayasan mendatangi RSUD CAM untuk meminta klarifikasi, Jumat (2/1/2026).
Pantauan Rakyat.News, sekitar pukul 15.15 WIB, perwakilan Yayasan Bantuan Hukum Perempuan dan Anak Indonesia menyambangi RSUD CAM Kota Bekasi. Kedatangan mereka bertujuan meminta penjelasan langsung dari pihak rumah sakit mengenai dugaan malpraktik sekaligus isu adanya uang senilai Rp50 juta yang mencuat dalam proses mediasi kasus pasien MRG.
Diskusi yang berlangsung di ruang HPI RSUD CAM itu diwarnai adu argumen. Divisi Hukum Yayasan Bantuan Hukum Perempuan dan Anak Indonesia, Agus Budiono, meminta pihak rumah sakit memberikan keterangan secara lugas dan tidak berbelit-belit.
“Mas-mas kalau gak diminta ngomong jangan ikut ngomong dulu. Biar ibu (Kepala HPI, Yeyet Nurhayati) saja yang jelaskan dugaan uang 50 juta untuk apa?” kata Agus dengan nada keras.
Nada serupa disampaikan Ketua Umum Yayasan Bantuan Hukum Perempuan dan Anak Indonesia, Mastaria Manurung.
Ia menegaskan bahwa pihaknya hanya ingin memperoleh kepastian terkait keberadaan dan tujuan uang Rp50 juta yang dikaitkan dengan dugaan malpraktik pasien MRG.
“Berarti benar ada dugaan uang 50 juta itu ya, yang diduga diserahkan keluarga pasien MRG ini ya. Itu yang kami catat!” kata Mastaria.
Atas dugaan tersebut, Mastaria menyatakan pihaknya akan menelusuri lebih jauh alur dan peruntukan uang yang disebut-sebut dalam kasus dugaan malpraktik tersebut.
Sementara itu, Kepala Instalasi Hukum Publikasi dan Informasi (HPI) RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (CAM) Kota Bekasi, Yeyet Nurhayati, mengakui pihaknya memiliki dokumentasi terkait dugaan adanya uang senilai Rp50 juta dalam proses mediasi dengan keluarga pasien MRG.








Tinggalkan Balasan