RAKYAT.NEWS, MAKASSAR – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemerhati Kesehatan menggelar aksi unjuk rasa di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Makassar, Jalan Mallombassang, Kamis (12/2/2026).

Aksi tersebut dipicu dugaan penyebaran hasil visum milik seorang selebgram Makassar berinisial NR yang sebelumnya menjalani pemeriksaan medis terkait dugaan kekerasan oleh suaminya.

Dalam aksinya, massa mendesak manajemen rumah sakit bertanggung jawab atas dugaan kebocoran dokumen medis yang dinilai melanggar privasi pasien. Mereka juga meminta agar oknum yang diduga terlibat segera ditindak tegas.

Jenderal lapangan aksi, M Akbar, menilai hingga saat ini belum terlihat langkah konkret dari pihak rumah sakit untuk menuntaskan persoalan tersebut.

“Saya belum melihat adanya tindakan dari penanggung jawab RS Bhayangkara, baik direktur maupun pimpinan lainnya. Saya juga belum jelas siapa yang berwenang, apakah kepala rumah sakit atau direktur,” ujar Akbar kepada awak media di lokasi aksi.

Menurutnya, penanggung jawab rumah sakit semestinya segera mengambil sikap tegas, termasuk memberhentikan oknum yang terbukti menyebarluaskan hasil visum.

Ia menegaskan bahwa kerahasiaan dokumen medis merupakan hak privasi pasien yang dilindungi undang-undang dan tidak boleh disebarkan tanpa izin.

“Kami juga akan melanjutkan laporan ke Polda terkait kasus ini, karena kasus ini sudah berjalan hampir satu tahun,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi tambahan dari pihak RS Bhayangkara Makassar terkait tuntutan massa dalam aksi tersebut.

Sebelumnya, keluarga NR telah melayangkan somasi kepada RS Bhayangkara Makassar atas beredarnya hasil visum di media sosial.

Kuasa hukum keluarga, Herman Nompo, meminta pihak rumah sakit memberikan klarifikasi terbuka, melakukan audit internal, serta menindak pihak yang diduga membocorkan dokumen medis tersebut.

YouTube player