RAKYAT NEWS, JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memastikan pengumuman Tunjangan Hari Raya (THR) 2026 bagi pengemudi ojek online (ojol) akan lebih baik dibanding tahun sebelumnya dan menjangkau lebih banyak penerima. Menurut Yassierli, skema THR ini akan diumumkan pekan depan setelah mendapatkan persetujuan Presiden Prabowo Subianto.

“Jadi kita melakukan pertemuan dengan aplikator beberapa hari yang lalu. Intinya sama ya, jadi kita terus menyamakan persepsi dan kita ingin memastikan bahwa memang THR tahun ini itu lebih baik dan penerima manfaatnya juga lebih luas gitu,” pungkasnya, dalam konferensi pers di Kemenaker, dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (27/2/2026).

Meski begitu, Yassierli memastikan pengemudi ojol akan menerima BHR 2026 karena para aplikator telah setuju. Namun, skemanya tetap menunggu persetujuan presiden.

“Kemudian terkait dengan THR dan BHR, tentu saya dan Pak Menko kita harus konsultasi dulu dengan Pak Presiden ya. Dan beliau hari Senin (2/3/2026) mungkin kita bisa temui nanti atau hari Selasa (4/3/2026),” ujarnya.

Ia memberi sinyal bahwa kemungkinan skema BHR 2026 dan jumlah pengemudi yang menerima akan diumumkan langsung oleh Prabowo bersama para operator, seperti pada tahun sebelumnya.

“Nanti dari situ kita akan laporkan semua terkait dengan pertemuan kami dengan aplikator ya,” jelasnya.

Pada Lebaran 2025, BHR diberikan untuk pertama kalinya kepada pengemudi ojol, namun tidak semua penerima mendapatkannya karena ada kriteria tertentu.

Misalnya, pada tahun lalu, Grab menetapkan kriteria penerima BHR berdasarkan keaktifan Mitra Pengemudi, termasuk jumlah pesanan yang diselesaikan, tingkat penyelesaian pesanan, jumlah hari dan jam online, serta rating pengemudi.

Program bonus kinerja ini merupakan bentuk apresiasi perusahaan terhadap dedikasi dan kontribusi para Mitra dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.

YouTube player