Arus Mudik Jeneponto Padat, Jembatan Belokallong Jadi Titik Kritis Penghubung Lima Wilayah
RAKYAT NEWS, JENEPONTO — Arus mudik Lebaran di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, kembali diwarnai kemacetan panjang. Titik kepadatan terparah terjadi di kawasan Jembatan Belokallong yang menjadi salah satu simpul lalu lintas paling vital di wilayah selatan.
Jembatan Belokallong merupakan bagian dari jalan poros nasional yang menghubungkan Makassar dengan sejumlah kabupaten di wilayah selatan, yakni Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, hingga Kepulauan Selayar.
Tingginya mobilitas kendaraan, terutama saat musim mudik, membuat kapasitas jembatan tidak lagi mampu menampung beban arus yang terus meningkat.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular dari berbagai arah, dengan laju yang tersendat, bahkan nyaris berhenti pada waktu-waktu tertentu. Kondisi ini dipicu oleh keterbatasan lebar jembatan yang menjadi satu-satunya akses di jalur tersebut, sehingga seluruh arus kendaraan bertumpu pada satu titik.
Kemacetan di kawasan ini merupakan persoalan berulang yang terjadi hampir setiap tahun, khususnya saat arus mudik dan libur panjang. Selain menghambat mobilitas masyarakat, situasi ini juga berdampak pada distribusi logistik antarwilayah.
Masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi yang memiliki kewenangan dalam pembangunan jalan dan jembatan nasional untuk segera menghadirkan solusi jangka panjang.
Pembangunan jembatan tambahan atau jembatan kembar dinilai menjadi langkah yang mendesak guna mengurai beban lalu lintas yang selama ini hanya bergantung pada satu akses utama.
Dengan peran strategis sebagai penghubung lintas kabupaten, kondisi Jembatan Belokallong menjadi cerminan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur yang seimbang dengan pertumbuhan mobilitas masyarakat.
Ketika satu jembatan menanggung arus dari lima wilayah, kemacetan bukan lagi kemungkinan, melainkan kepastian. (*)








Tinggalkan Balasan