Adaptasi dan Kelangsungan Budaya Bugis-Makassar Dalam Masyarakat Digital
Penulis: Dr. Zulkarnain Hamson, S.Sos., M.Si. (Akademisi Ilmu Komunikasi di Makassar)
Secara prinsip nilai budaya (kearifan lokal), kini tidak lagi memandang jati diri sebagai sesuatu yang kaku atau bawaan lahir yang tidak bisa diubah. Di era modern (era digital), identitas dipahami sebagai konstruksi cair yang terus dibentuk dan dinegosiasikan melalui proses komunikasi sehari-hari.
Teori identitas budaya oleh Jane Collier dan Milt Thomas mengintegrasikan etnografi komunikasi serta konstruksi sosial untuk menggambarkan karakteristik dari identitas budaya. Karakteristik ini berkaitan dengan cara individu dalam sebuah kelompok menyampaikan identitas mereka. Dalam pikiran saya ini penting untuk kondisi era digital.
Artinya, siapa kita ditentukan oleh bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain dan bagaimana kita merespons perubahan lingkungan sosial di sekitar kita. Identitas bukan sekadar label, melainkan sebuah narasi hidup yang terus berkembang, menyesuaikan diri dengan konteks ruang dan waktu tanpa harus kehilangan akar terdalamnya.
Menariknya, riset saya di tahun 2025 memperluas konsep ini ke ranah digital melalui temuan “Model Jembatan Etik Dekolonial Global Lokal (Glokal).” Sebuah tawaran pendekatan, yang hadir sebagai jawaban atas kekhawatiran akan hilangnya jati diri bangsa (budaya) di tengah arus informasi global yang serba cepat.
Asumsi awal, saya melihat bahwa teknologi digital seharusnya tidak menghapus budaya lokal, melainkan menjadi panggung baru bagi nilai-nilai tradisional untuk bersinar. Dengan konsep “Glokal”, nilai-nilai lokal Bugis-Makassar yang luhur dibawa ke level global, menciptakan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kearifan masa lalu.
Dalam praktiknya, model ini menggunakan kearifan lokal masyarakat Bugis-Makassar sebagai fondasi etika digital. Nilai-nilai seperti Sipakalebbi (saling memuliakan), Sipakatau (saling memanusiakan), dan Siri’ na Pacce (harga diri dan empati) dijadikan sebagai filter atau penyaring terhadap perilaku di media sosial.


1 Komentar
Identitas. Kata kunci yg hrs dipegang. Karena Anda adalh diri Anda sendiri.