Lahan Wakaf NU di Bekasi Ternyata Eks Markas Laskar Hizbullah, Begini Penjelasannya!
RAKYAT.NEWS, KAB. BEKASI – Salah satu ahli waris KH Abdussalam Asy’ari, yakni KH Mutamam Mahfudz, mengungkapkan sejarah lahan seluas sekitar 3.000 meter persegi di Sukadami, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, yang disebut sebagai bekas pusat pelatihan militer Laskar Hizbullah pada era 1945 dan telah diwakafkan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Pengungkapan sejarah tersebut disampaikan KH Mutamam Mahfudz dalam rangkaian peresmian Saung Saptawikrama Lesbumi NU Kabupaten Bekasi yang berlangsung di Gedung Hizbullah PCNU Kabupaten Bekasi, Sukadami, Cikarang Selatan, Kamis (16/1/2025) malam.
Dalam kesempatan itu, KH Mutamam menyatakan memiliki sejumlah bukti sejarah terkait keberadaan markas pelatihan militer Laskar Hizbullah di lokasi tersebut.
Bukti-bukti tersebut meliputi kronologis geografis wilayah sejak masa VOC hingga era modern, dokumentasi, serta keterangan saksi sejarah yang telah dituangkan dalam bentuk karya buku.
Ia menegaskan keyakinannya bahwa lahan yang menjadi tempat kelahirannya bersama keluarga di Sukadami tersebut memang pernah difungsikan sebagai pusat pelatihan militer Laskar Hizbullah pada masa menjelang kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut catatan yang dimilikinya, sekitar 500 santri dari berbagai daerah mengikuti pelatihan militer di lokasi tersebut.
Pelatihan itu dipimpin oleh 14 kiai dari sejumlah pondok pesantren yang bertindak sebagai komandan laskar, di antaranya KH Mustofa Kamil (Banten), KH Marwadi (Solo), KH Zakarsih (Ponorogo), KH Mursyid (Pacitan), KH Syahid (Kediri), KH Zein Thoyib (Kediri), KH Abdullah Abbas (Cirebon), KH Abdul Halim (Majalengka), KH Thohir Dasuki (Surakarta), KH Rojiun (Jakarta), KH Munasir Ali (Mojokerto), KH Wahib Wahab (Jombang), KH Hasyim Latif (Surabaya), dan KH Zainudin (Besuki).
KH Mutamam menjelaskan, pada masa itu para santri mendapatkan materi kemiliteran dan kedisiplinan secara ketat di bawah bimbingan instruktur Tentara PETA, serta pembekalan semangat keagamaan langsung dari para kiai.
Pelatihan militer Laskar Hizbullah tersebut secara resmi ditutup pada Mei 1945 dengan sambutan tertulis dari Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari yang dibacakan oleh Abdul Kahar Muzakir.
Ia juga memaparkan bahwa upaya penelusuran dan penguatan status wakaf lahan tersebut telah dilakukan sejak lama.
Pada tahun 2003, KH Mutamam bersama orang tuanya, KH Abdussalam Asy’ari, berkunjung ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, untuk bertemu dengan KH Yusuf Hasyim, salah satu putra Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, guna membahas tanah wakaf eks pusat pelatihan militer Laskar Hizbullah di Sukadami.
Setahun kemudian, pada 2004, KH Yusuf Hasyim yang saat itu menjabat Ketua II Yayasan Amal Bakti Veteran Eks Laskar Hizbullahisabilillah Indonesia, meninjau langsung lokasi di Sukadami, Cikarang Selatan.
Dalam kunjungan tersebut, KH Yusuf Hasyim disebut membenarkan bahwa lokasi tersebut merupakan bekas markas pelatihan militer Laskar Hizbullah.
Peresmian Saung Saptawikrama Lesbumi NU Kabupaten Bekasi sendiri dimulai sekitar pukul 21.20 WIB dan dihadiri sejumlah tokoh serta unsur Nahdlatul Ulama.
Hadir di antaranya Gus Sastro Adi dari Lesbumi PBNU, perwakilan PCNU Kabupaten Bekasi, Pagar Nusa, Lesbumi Setu, serta warga Nahdliyin.
Acara diawali dengan sambutan Ketua Lesbumi Kabupaten Bekasi, Gus Feri, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan sejarah lahan wakaf eks markas pelatihan militer Laskar Hizbullah oleh KH Mutamam Mahfudz sebagai ahli waris.
Pemaparan tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian sejarah perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. (*)


Tinggalkan Balasan Batalkan balasan