“Balla Aspirasi ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk berkomunikasi langsung dengan kami. Kejaksaan hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan keadilan dan kesejahteraan,” jelas Heru Prasetyo.

Kami di Kejari Jeneponto, kata Akhmad Heru Prasetyo sangat bersyukur dan bangga karena sebelumnya telah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Ini adalah buah dari komitmen kolektif seluruh jajaran, dukungan masyarakat, serta pengawasan dari berbagai pihak, termasuk rekan-rekan media dan aktivis.

Namun, kami tidak berhenti di situ. Target kami selanjutnya adalah mencapai Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), yang tidak hanya fokus pada pencegahan korupsi, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan publik, transparansi, dan akuntabilitas yang lebih menyeluruh.

Dalam perjalanan menuju WBBM ini, masukan, kritik konstruktif, dan saran dari rekan-rekan media serta para aktivis sangat kami butuhkan. Media dan aktivis adalah mitra strategis sekaligus ‘mata dan telinga’ masyarakat yang dapat membantu kami mengidentifikasi celah perbaikan, menyuarakan aspirasi warga, dan mengawal setiap langkah transformasi birokrasi kami.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari awak media dan warga. Salah seorang jurnalis menyatakan, “Ini langkah positif yang menunjukkan kejaksaan semakin terbuka dan dekat dengan masyarakat, terutama di bulan Ramadan.”

Dengan digelarnya kegiatan ini, Kejari Jeneponto berharap dapat memupuk nilai-nilai kebersamaan, transparansi, dan kepedulian sosial, sekaligus memperkuat peran kejaksaan di tengah masyarakat dalam semangat Ramadan. (*)