RAKYAT.NEWS, JAKARTA – Palang Merah Indonesia (PMI) tengah mengkaji rencana pengiriman bantuan kesehatan ke Iran menyusul adanya permintaan resmi dari pemerintah negara tersebut.

Permintaan bantuan disampaikan oleh Mohammad Boroujerdi selaku Duta Besar Iran untuk Indonesia dalam pertemuan dengan jajaran PMI di Markas PMI, Jakarta Selatan, Rabu (18/3/2026).

Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, mengatakan bahwa kondisi sektor kesehatan di Iran saat ini membutuhkan dukungan, terutama terkait keterbatasan fasilitas rumah sakit dan ketersediaan obat-obatan.

Namun demikian, Kalla menegaskan bahwa mekanisme penyaluran bantuan tidak dilakukan secara langsung oleh pemerintah Indonesia, melainkan melalui jaringan organisasi kemanusiaan internasional.

“Seperti biasa, bantuan akan disalurkan melalui PMI ke Palang Merah Internasional (Redcrescent) negara tetangga, seperti Turki, kemudian diteruskan ke Iran untuk masyarakat,” ujar Kalla.

Ia menjelaskan, skema distribusi bantuan kemungkinan besar akan melibatkan jalur negara ketiga seperti Turki atau Pakistan guna mempercepat proses penyaluran ke wilayah terdampak.

Di sisi lain, PMI juga mempertimbangkan aspek efisiensi dalam pengadaan bantuan. Menurut Kalla, pengiriman obat dari Indonesia berpotensi menimbulkan biaya tinggi yang tidak sebanding dengan nilai barang yang dikirim.

“Lebih baik membeli obat di negara terdekat. Pengalaman kami, harga obat di Pakistan bisa setengah lebih murah dibanding di Indonesia,” katanya.

Saat ini, PMI masih melakukan perhitungan kebutuhan total bantuan, termasuk jenis obat-obatan serta perlengkapan medis yang diperlukan oleh pihak Iran. Koordinasi lanjutan juga akan dilakukan bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk memastikan teknis penyaluran berjalan efektif.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen kemanusiaan Indonesia dalam merespons permintaan bantuan internasional, khususnya di sektor kesehatan, melalui kerja sama dengan jaringan organisasi kemanusiaan global. (*)