Luwu, Rakyat News – Baik tidaknya suatu pemerintahan, termasuk di kabupaten/kota sangat tergantung pada sistim yang dijalankan atau disepakati sesuai aturan.

Hal itu diungkapkan Bupati Luwu, Andi Mudzakkar di ruang musyawarah DPRD Luwu saat menerima kedatangn tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia yang berkunjung di Kabupaten Luwu, Selasa (5/12/2017).

Menurut Cakka, sistim sangatlah berpengaruh pada baik tidaknya sebuah pemerintahan. “Sistim itu paling penting. Banyak orang baik, tapi karena hidup dalam sistim yang buruk, sistim buruk itulah yang mempengaruhinya. Sebaliknya, orang tidak baik sekalipun, tapi ketika hidup dalam sistim yang baik, maka lambat laun ia akan berubah sesuai sistim yang baik,” ujar Cakka.

Cakka yang juga Ketua PMI Luwu, mengungkapkan apresiasinya atas kedatangan tim KPK dan berkomiten mendukung sepenuhnya pemberantasan korupsi yang terintegrasi.

“Sebagai pemerintah daerah, konsolidasi eksekutif-legislatif dalam pelaksanaan rencana aksi program pemberantasan korupsi terintegrasi ini kami dukung sepenuhnya. Terima kasih atas kunjungannya, Insya Allah apa yang disampaikan KPK ini, akan jadi perhatian bagi kami dan mendukung sepenuhnya demi pemerantasan korupsi yang terintegrasi, “tegas Cakka.

Dalam pertemuan tim KPK bersama unsur eksekutif dan legislatif ini, perwakilan KPK Heri Nurudin banyak mengulas terkait pemberantasan korupsi pada level pemerintahan daerah.

Dikatakan HeriNurudin, pada tahun 2017 ini pihaknya sudah dua kali membahas pemberantasan korupsi pada tingkat pemerintah daerah. Dimulai pada kegiatan identifikasi di awal April 2017. Kemudian pada Mei 2017 digelar rapat koordinasi pemberantasan korupsi terintegrasi.

“Pada Mei ada agenda penting yakni penandatangan komitmen bersama terkait pemberantasan korupsi terintegrasi, yang dihadiri seluruh bupati/walikota se Indonesia,” kata Heri.