Hilal Berpotensi Tidak Terlihat di Makassar, Kemenag Sulsel: Tunggu Hasil Sidang Isbat!
Sementara itu, sebelumnya Ketua Kelompok Kerja Geofisika BMKG Wilayah IV Makassar, Jumadi, menjelaskan bahwa pengamatan hilal akan menggunakan teropong khusus, dengan matahari terbenam pada pukul 18.21 WIB dan hilal diperkirakan terlihat sekitar 18 menit setelahnya.
“Insya Allah, berdasarkan perhitungan, awal Ramadan akan jatuh pada tanggal 1 Maret, baik untuk pemerintah maupun Muhammadiyah,” ungkapnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulsel, Prof. Ambo Asse, yang telah menetapkan awal Ramadan pada 1 Maret. Ia berharap, awal Ramadan akan bersamaan dengan pemerintah.
“Alhamdulillah Muhammadiyah sudah menetapkan awal Ramadan itu tanggal 1 Maret, dan kita perkirakan itu bersama dengan pemerintah,” ujarnya.
Prof. Ambo menambahkan, penetapan awal Ramadan oleh Muhammadiyah dilakukan dengan metode wujudul hilal, yang diperkirakan akan bersamaan dengan pengumuman pemerintah.
Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) akan menunggu sidang isbat untuk menetapkan awal Ramadan. NU menggunakan metode rukyatul hilal dan hisab, dan jika hilal terlihat sesuai kriteria, Ramadan akan dimulai pada 1 Maret.
Namun, jika hilal tidak terlihat, NU akan mengikuti ketentuan istikmal, yakni menyempurnakan bulan Syaban menjadi 30 hari.
WAKTU KETINGGIAN HILAL DAN SIDANG ISBAT
Perkiraan waktu matahari terbenam saat pemantauan hilal adalah pukul 18.21 WITA dengan ketinggian hilal pada titik 3 derajat 38.
Kondisi cuaca seperti hujan dan kabut di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, diprediksi akan mempengaruhi keberhasilan pemantauan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kementerian Agama, sidang isbat penetapan awal Ramadan 1446 H versi pemerintah akan dilaksanakan hari ini, Jumat (28/02/2025) pukul 17.00 WIB di Auditorium H.M. Rasjidi Kementerian Agama, Jl. M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.
Tinggalkan Balasan Batalkan balasan