Dalam arahannya, Haikal membagikan pengalaman diplomasi halal bersama jajaran BPJPH yang baru saja dilakukan.

“Kami baru saja dari Kedutaan Peru atas amanah Presiden. Apa yang mereka minta? Halal expert. Argentina juga minta, Meksiko juga minta, Hongkong minta, China minta, dan mereka tidak punya,” ungkapnya.

Haikal menegaskan bahwa profesi halal expert adalah pekerjaan masa depan dengan nilai strategis, terutama di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mulai menggantikan banyak profesi, seperti engineering.

Namun, kebutuhan akan pangan dan fashion tetap menjadi kebutuhan utama manusia dan keduanya sangat berkaitan dengan kehalalan.

“Dunia lebih membutuhkan halal expert daripada engineer. Profesi engineer bisa digantikan AI. Tetapi halal tidak bisa. Masa depan adalah food dan fashion, dan keduanya membutuhkan Anda. Jadi, betul-betul cerah masa depan bapak-ibu sekalian,” paparnya.

Di akhir sambutannya, Haikal mengajak peserta untuk tidak hanya mengembangkan diri sendiri, tetapi juga melibatkan keluarga dan generasi muda dalam membangun ekosistem halal nasional.

“Kerahkan anak Anda, ponakan, suami, istri tampil sebagai halal expert. Selamat menjadi manusia masa depan, teruslah berkarya, jadikan pratama menjadi utama, perbanyak orang yang berprestasi disitu,” pungkasnya.