PMI Pusat Kirim Bantuan Logistik untuk Tangani KLB Campak di Sumenep
RAKYAT NEWS, SUMENEP – Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat mengirimkan bantuan logistik untuk mendukung penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Bantuan tersebut dikirimkan dari Gudang Regional PMI di Gresik ke PMI Kabupaten Sumenep pada Sabtu (30/8), berupa 100 Hygiene Kit, 100 Baby Kit, dan 5.000 unit masker.
Bantuan logistik ini diprioritaskan bagi keluarga yang anaknya terdampak dan sedang menjalani perawatan akibat campak, guna meringankan kebutuhan dasar serta mendukung ketahanan keluarga selama masa pemulihan.
“PMI Pusat terus memantau perkembangan situasi dan memastikan dukungan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat terdampak, khususnya keluarga yang anak-anaknya harus dirawat akibat campak, baik di wilayah daratan maupun kepulauan Sumenep. Kami berharap
bantuan ini dapat meringankan beban keluarga sekaligus memperkuat upaya pencegahan,” ujar Sekretaris Jenderal PMI, A.M. Fachir.
Selain mengirimkan bantuan logistik, Sekjen PMI juga menghimbau PMI Kabupaten Sumenep untuk mengoptimalkan peran relawan maupun Palang Merah Remaja (PMR) dalam mendukung pemerintah menanggulangi KLB campak, melalui kampanye imunisasi, deteksi dini, rujukan kasus, serta penyebarluasan informasi pencegahan, baik di masyarakat, sekolah, maupun melalui media sosial. PMI setempat juga diminta memperkuat penyuluhan kepada masyarakat.
“Tujuannya untuk memastikan masyarakat mau melakukan imunisasi pada anaknya, memahami gejala campak, dan segera mencari layanan kesehatan,” tambahnya.
Fachir menegaskan pentingnya kolaborasi PMI Kabupaten Sumenep dengan Dinas Kesehatan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama, mengingat tantangan geografis Sumenep yang terdiri dari wilayah daratan dan kepulauan.
Hingga 24 Agustus 2025, data Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep mencatat 2.139 kasus suspek campak, dengan 205 kasus positif dan 17 kematian. Seluruh 27 kecamatan telah melaporkan kasus, dengan tiga kecamatan terbanyak—Kota Sumenep, Kalianget, dan Batang-Batang—masing-masing lebih dari 150 kasus suspek.
Tinggalkan Balasan Batalkan balasan