KKP Resmikan IPMAPHERI untuk Perkuat Mutu dan Perluas Pasar Produk Perikanan
RAKYAT.NEWS, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meresmikan Ikatan Profesi Pembina Mutu dan Analis Pasar Hasil Kelautan dan Perikanan Indonesia (IPMAPHERI) sebagai organisasi profesi yang menghimpun pembina mutu dan analis pasar hasil perikanan di seluruh Indonesia.
Peresmian ini digelar dalam rangka memperkuat peran sumber daya manusia teknis dalam menjaga mutu, meningkatkan akses pasar, dan memperluas hilirisasi produk kelautan dan perikanan nasional.
Plt. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Machmud, mengatakan pembentukan organisasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kompetensi teknis serta memperluas peluang pasar dalam industri perikanan.
“Pertumbuhan industri perikanan menghadirkan banyak peluang, organisasi profesi ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi lintas sektor sekaligus penggerak peningkatan kompetensi anggotanya,” kata Machmud dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (30/11).
Machmud menilai IPMAPHERI dapat berperan dalam penguatan program prioritas KKP, termasuk peningkatan mutu dan keamanan pangan ikan, hilirisasi dan peningkatan nilai tambah produk hasil perikanan, serta penyediaan analisis pasar yang akurat untuk memperkuat akses pasar nasional dan ekspor.
IPMAPHERI juga diharapkan berkontribusi dalam memastikan pasokan ikan aman dan bermutu untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta mendorong implementasi prinsip Ekonomi Biru melalui praktik pascapanen yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
“Dengan peran strategis tersebut, organisasi ini menjadi mitra penting pemerintah dalam menjaga mutu dan memperkuat daya saing produk perikanan Indonesia,” ujar Machmud.
Ketua IPMAPHERI, Abdul Rachman atau Aab, menjelaskan bahwa momentum peresmian yang bersamaan dengan peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas) semakin menegaskan arti penting ikan sebagai sumber protein berkualitas bagi masyarakat.
“Pembentukan IPMAPHERI menjadi langkah penting dalam memperkuat pilar sumber daya manusia, terutama SDM teknis yang berperan menjaga mutu produk, keamanan pangan, dan akses pasar,” terangnya.
Saat ini, IPMAPHERI menaungi 1.050 Pembina Mutu dan 478 Analis Pasar Hasil Perikanan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Aab mengatakan jumlah SDM teknis tersebut merupakan potensi besar yang perlu diwadahi agar peningkatan kompetensi, standardisasi layanan, serta koordinasi program dapat berjalan lebih efektif dan terukur.
“Untuk itulah organisasi profesi seperti IPMAPHERI ini hadir dan akan berperan penting dalam menjaga mutu, keamanan pangan, dan nilai produk dari hulu hingga hilir,” tambahnya.
IPMAPHERI dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 62 Tahun 2025 sebagai wadah profesional bagi para Pembina Mutu dan Analis Pasar. Pembentukan organisasi ini juga sejalan dengan arah kebijakan KKP terkait transformasi industri perikanan.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menekankan bahwa penguatan ekonomi biru dan pemanfaatan blue food merupakan langkah penting dalam menjawab tantangan kebutuhan pangan masa depan.
Ia menyatakan keyakinannya bahwa laut mampu menyediakan sumber protein yang sehat, berkualitas, dan berkelanjutan.
Acara peresmian juga disertai penyampaian pesan dukungan dari Ditjen PDSPKP serta pemangku kepentingan industri perikanan. (*)








Tinggalkan Balasan