Agen BRILink: Garda Terdepan Hadirkan Layanan Transaksi hingga Edukasi Keuangan Masyarakat
RAKYAT.NEWS, MAKASSAR – Apa yang ada di benak Anda jika mendengarkan Agen BRILink ? Tentunya sontak di fikiran kita akan muncul bayangan orang melakukan transaksi transfer, tarik tunai hingga setor tunai.
Namun pernahkan terlintas di fikiran kita semua bahwa saat ini Agen BRILink tidak hanya menjadi wadah transaksi keuangan bagi konsumen semata, namun juga telah menjadi alat edukasi bagi seluruh elemen masyarakat.
Hal itu dibuktikan oleh Risma (32) selaku pemilik Agen BRILink RJ 57 yang tidak hanya membuktikan pengabdiannya sebagai mitra yang melayani transaksi keuangan pada umumnya, namun juga memberikan edukasi kepada pada masyarakat sekitar yang menjadi konsumennya.
Agen BRILink RJ 57 yang berletak tepat di seberang gerbang utama Rumah Sakit Tajuddin Chalid Kota Makassar ini telah membersamai Risma bersama suaminya selama kurang lebih 3 tahun ini.
Bersama suaminya, Risma juga menjalankan usaha warung kelontong hingga kedai kecil-kecilan untuk membantu meningkatkan ekonomi keluarganya.
“Saya sudah menjadi agen BRILink sudah 3 tahun lebih di sini. Semenjak saya menikah saya sudah menjalankan bisnis menjadi agen BRI Link,” ujar Risma kepada Rakyat.News, Minggu (30/11/2025).
Ia menyebutkan, jika keinginannya menjadi Agen BRILink yakni melalui kegemarannya melakukan transfer kepada para orang terdekat atau kerabatnya. Sontak, hal tersebut membuat dirinya membulatkan tekad untuk mengambil bagian dalam membantu kebutuhan transaksi keuangan kepada orang yang membutuhkannya.
“Latar belakangnya karena awalnya saya senang transaksi pakai BRImo sehingga saya kefikiran menjadi bagian dari Agen BRILink. Jadi saya mendaftar sebagai agen karena berdasarkan pengalaman,” jelasnya.
Risma mengatakan, bahwa rata-rata konsumen harian yang ia layani yakni berupa keluarga pasien, tenaga kesehatan (nakes), masyarakat sekitar hingga orang-orang yang berlalu lalang singgah bertransaksi di Agen BRILink miliknya.
“Rata-rata konsumen yang saya layani itu dari rumah sakit baik itu keluarga pasien atau tenaga kesehatan. Ada juga pengunjung yang lewat bahkan ada beberapa tetangga yang sudah jadi pelanggan tetap untuk transaksi,” imbuh Risma.
Meski begitu, Risma kemudian mengungkapkan salah satu masalah terbesar yang kerap ia temui sejauh ini menjadi bagian dari Agen BRILink.
Ia mengatakan, bahwa selain memberikan layanan transfer, tarik tunai hingga setor tunai sesuai keinginan para pelanggan, ia juga harus menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya dalam hal mengantisipasi penipuan transaksi keuangan.
Risma mengaku, bahwa sejauh ini dirinya kerap kali menemukan adanya ancaman transaksi penipuan bagi konsumen yang ia layani. Tidak hanya merugikan konsumen, namun tentunya dapat memberikan kerugian bagi dirinya sendiri sebagai Agen BRILink.
Mulai dari anak muda hingga orang lanjut usia (lansia), menurut Risma, semua tidak terhindarkan dari penipuan transaksi keuangan.
Baru-baru ini, Risma mengaku mendapati seseorang yang hampir saja mengalami penipuan transaksi keuangan melalui online.
Namun berdasarkan pengalaman dan ketelatenannya menjadi Agen BRILink, ia tau betul transaksi yang membahayakan konsumennya, sehingga menggagalkan upaya tersebut.
“Baru-baru kemarin ada pelanggan minta ditransferkan uang layaknya penipu, dan betul penipu. Saya dikasihkan hapenya (konsumen) dan kudengar dia menelpon dengan indikasi penipuan, konsumen saya disuruh transfer oleh orang tidak dikenal, maka saya inisiatif untuk menanyakan kebenarannya dan benar dia hampir ditipu,” jelas Risma.
Tidak hanya itu, sebelumnya Risma juga mendapati upaya penipuan yang relatif sama, namun dengan ketelatenannya, dirinya berhasil menyelamatkan konsumen serta dirinya dari tindak penipuan transaksi keuangan tersebut.
“Selama itu kemarin dan ada juga minggu lalu sebelum kemarin ini yang terakhir saya dapat (upaya penipuan) yang sama. Dan memang belakangan ini sering tapi Alhamdulillah saya tidak pernah (jadi korban penipuan),” terangnya.
Indikasi penipuan yang kerap Risma temui adalah penipuan berkedok menerima imbalan atau hadiah dari tokoh-tokoh ternama, namun harus melakukan transfer di awal terlebih dahulu.
Sehingga, menurut Risma, perlunya peningkatan literasi dan edukasi kepada masyarakat akan bahaya yang mengancam terkait transaksi keuangan tersebut.
“Biasa juga ada indikasi yang mau ditipu bilang dapat hadiah dari artis-artis, jadi saya bilang coba hubungi melalui video call pasti penipu itu, dan memang penipu. Saya tau dia mau ditipu karena dia disuruh transfer 10 juta dulu,”
Oleh karena itu, Risma kemudian menegaskan kepada setiap konsumen yang mendapatkan hal-hal serupa untuk jangan mudah percaya hingga melakukan transfer secara langsung jika menerima telepon dari orang yang tidak dia kenal.
“Kalau ada begini telpon tidak dikenal sampai minta uang jangan pernah ladeni dia,” tegasnya.
Ia menilai, bahwa BRILink sebagai garda terdepan untuk memberikan arahan terkait menghindari potensi transaksi keuangan digital, baik usia muda, dewasa hingga lansia.
Hal ini tentunya juga menegaskan peran penting BRI melalui AgenBRILink yang tidak hanya sebagai wadah transaksi keuangan, namun juga sarana edukasi masyarakat untuk terus maju dan berkembang dalam literasi keuangan yang lebih inklusi.
KONSUMEN SETIA AGEN BRILINK
Salah satu lansia yang kerap melakukan transaksi di Agen BRILink RJ 57, Niar (60), mengaku sangat terbantu dengan hadirnya layanan yang telah diberikan di outlet Risma.
Niar mengaku bahwa tidak begitu tahu menahu terkait dengan melakukan transaksi di Anjungan Tunai Mandiri (ATM), sehingga menurutnya Agen BRI Link menjadi pilihan tepat untuk mendapatkan layanan mulai dari transfer jarak jauh hingga penarikan tunai.
Tidak sampai di situ, Niar juga mengaku mendapatkan edukasi terkait untuk tidak sembarang melakukan transfer kepada orang yang dia kenalinya selama bertransaksi di Agen BRILink RJ 57 milik Risma.
“Tentu sangat terbantu, apalagi saya sering dikirimi pesan-pesan saya tidak tau dari siapa, nomor tidak saya kenal, untuk dikirimi atau ditransfer ke rekeningnya,” kata Niar yang merupakan Ibu Rumah Tangga tersebut.
BAHAYA KASUS PENIPUAN TRANSAKSI KEUANGAN BAGI MASYARAKAT
Belakangan ini kasus penipuan transaksi keuangan berbasis digital sedang mengalami peningkatan, baik secara nasional maupun di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mengungkapkan total kerugian masyarakat mencapai Rp106.434.137.786 dengan jumlah aduan sebanyak 7.035 laporan sepanjang periode November 2024 hingga 15 November 2025.
Hal ini diungkapkan Analisis Kelompok Spesialis Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Arum Sulitiyaningsih, kepada Rakyat.News melalui daring dalam Media Gathering OJK Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) 2025 di The Alana Hotel Malang by Astin, Minggu (23/11).
Arum mengatakan, bahwa Kota Makassar menjadi daerah dengan jumlah kasus dan kerugian tertinggi di Sulsel dengan 3.278 laporan. Nilai kerugiannya sendiri telah mencapai Rp70.269.590.709.
Adapun kategori penipuan yang sejalan dengan edukasi yang diberikan Risma antara lain penipuan yang mengaku pihak lain (fake call) sebanyak 649 laporan dan 391 laporan berupa penipuan hadiah.
Meski begitu, Arum mengaku angka tersebut bisa saja bertambah karena kemungkinan masih banyaknya masyarakat yang enggan atau belum mengetahui mekanisme pelaporan.
“Kita ketahui bahwa kemungkinan angka bisa saja meningkat atau jauh lebih besar, karena masih banyaknya penipuan yang tidak dilaporkan masyarakat kepada kami,” tegas Arum.
Meski begitu, Arum berharap jika masyarakat semakin waspada dengan memahami pola penipuan digital yang berkembang, serta segera melaporkan kejadian untuk kemudian segera ditindak cepat.
Ia juga mengingatkan pentingnya edukasi atau peningkatan literasi keuangan masyarakat agar kejadian-kejadian serupa tidak terulang, agar tidak banyak orang yang terjaring penipuan transaksi keuangan di kemudian hari. (Farez)


Tinggalkan Balasan Batalkan balasan