RAKYAT NEWS, JENEPONTO – Pemerintah Kabupaten Jeneponto terus mematangkan akurasi data dalam upaya percepatan penurunan stunting. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Jeneponto, St. Meriam, memimpin langsung rapat koordinasi Sinkronisasi Data Sasaran pada aplikasi Web Monitoring (Webmon) Kemendagri, Rabu (31/12/2025).

​Kegiatan yang berlangsung di Aula Tamarunang, Kantor Bupati Jeneponto ini merupakan langkah krusial dalam memastikan intervensi stunting tepat sasaran melalui integrasi data yang valid dan mutakhir.

​Dalam arahannya, St. Meriam menekankan bahwa pemutakhiran data kali ini berfokus pada pencocokan berbagai jenis sasaran, mulai dari jumlah penduduk, calon pengantin, ibu hamil, baduta hingga balita agar selaras dengan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

​”Data adalah kunci keberhasilan penanganan stunting. Kita tidak ingin ada warga yang membutuhkan intervensi namun tidak terinput, atau sebaliknya, sudah tidak stunting tapi masih tercatat di webmon ini. Untuk itu, hari ini adalah deadline guna memastikan seluruh data di Webmon Kemendagri sudah sinkron dengan data kependudukan terbaru,” ujar St. Meriam di hadapan para peserta.

​Pertemuan ini diikuti oleh para admin dan operator Webmon yang menjadi garda terdepan dalam pengelolaan data di tingkat lapangan, di antaranya ​Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), ​Operator dari berbagai Puskesmas dan ​Admin tingkat Kecamatan.

​Sinkronisasi ini bertujuan agar angka prevalensi stunting yang dilaporkan ke pemerintah pusat mencerminkan kondisi riil di lapangan.

​Melalui penguatan data di akhir tahun 2025 ini, Pemkab Jeneponto optimistis dapat mengevaluasi capaian kinerja sepanjang tahun sekaligus menyusun strategi yang lebih tajam untuk tahun mendatang. St. Meriam juga mengapresiasi kerja keras para operator yang tetap berdedikasi melakukan input data meski di penghujung tahun.

“Kolaborasi antara Penyuluh KB, pihak Puskesmas, dan Kecamatan adalah kekuatan kita. Dengan data yang bersih dan akurat, kita bisa menyelamatkan generasi masa depan Jeneponto dari ancaman stunting,” pungkasnya. (AG)