Melalui Program Estungkara yang dijalankan oleh Yayasan Sulawesi Cipta Forum (SCF) dalam kerangka inklusi sosial, para pihak mendorong agar sekolah jauh tidak hanya hadir sebagai bangunan fisik, tetapi juga berfungsi sebagai ruang belajar yang aman dan ramah anak. Sekolah diharapkan mampu mendukung partisipasi orang tua, termasuk ibu, mencegah praktik diskriminasi, serta memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar pembelajaran bagi seluruh murid tanpa terkecuali.

Peresmian Sekolah Kolong–SDN 238 Bontoparang menjadi langkah nyata untuk memastikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh anak, termasuk anak perempuan, anak dari keluarga rentan, serta anak dengan kebutuhan spesifik. Lebih dari itu, peresmian ini menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat layanan pendidikan dasar di wilayah pelosok, khususnya di Kabupaten Maros. Peresmian ini tidak hanya menandai berdirinya sebuah bangunan sekolah, tetapi juga menegaskan bahwa layanan pendidikan dapat terus bergerak maju ketika semangat gotong royong masyarakat bertemu dengan komitmen kebijakan dan kolaborasi lintas sektor.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros menekankan bahwa Sekolah Kolong harus menjadi ruang belajar yang aman bagi semua anak. “Peresmian bangunan sekolah yang menggantikan Sekolah Kolong SDN 238 Bontoparang ini adalah semangat penting pemerataan layanan dasar pendidikan di wilayah sekolah jauh. Bangunan ini bukan sekadar ruang kelas, tetapi wujud komitmen kita agar setiap anak di Dusun Bara mendapat hak belajar yang layak, aman, dan bermutu,” ujar Andi Wandi Bangsawan Putra Patabai.

Peresmian ini menjadi penanda bahwa perubahan di wilayah terpencil dapat diwujudkan melalui kerja bersama berbagai pihak, mulai dari masyarakat Dusun Bara, Pemerintah Desa Bontosomba, para guru dan relawan, hingga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta dukungan pemangku kepentingan lainnya, termasuk organisasi masyarakat sipil (CSO). Sekolah Kolong sendiri berawal dari inisiatif warga yang menyediakan ruang belajar sederhana bagi anak-anak, kemudian berkembang menjadi kelas jauh/kelas cabang SDN 238 Bontoparang, hingga akhirnya memiliki gedung sekolah yang layak dan dukungan sarana pembelajaran yang lebih memadai.