Pelatihan militer Laskar Hizbullah tersebut secara resmi ditutup pada Mei 1945 dengan sambutan tertulis dari Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari yang dibacakan oleh Abdul Kahar Muzakir.

Ia juga memaparkan bahwa upaya penelusuran dan penguatan status wakaf lahan tersebut telah dilakukan sejak lama.

Pada tahun 2003, KH Mutamam bersama orang tuanya, KH Abdussalam Asy’ari, berkunjung ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, untuk bertemu dengan KH Yusuf Hasyim, salah satu putra Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, guna membahas tanah wakaf eks pusat pelatihan militer Laskar Hizbullah di Sukadami.

Setahun kemudian, pada 2004, KH Yusuf Hasyim yang saat itu menjabat Ketua II Yayasan Amal Bakti Veteran Eks Laskar Hizbullahisabilillah Indonesia, meninjau langsung lokasi di Sukadami, Cikarang Selatan.

Dalam kunjungan tersebut, KH Yusuf Hasyim disebut membenarkan bahwa lokasi tersebut merupakan bekas markas pelatihan militer Laskar Hizbullah.

Peresmian Saung Saptawikrama Lesbumi NU Kabupaten Bekasi sendiri dimulai sekitar pukul 21.20 WIB dan dihadiri sejumlah tokoh serta unsur Nahdlatul Ulama.

Hadir di antaranya Gus Sastro Adi dari Lesbumi PBNU, perwakilan PCNU Kabupaten Bekasi, Pagar Nusa, Lesbumi Setu, serta warga Nahdliyin.

Acara diawali dengan sambutan Ketua Lesbumi Kabupaten Bekasi, Gus Feri, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan sejarah lahan wakaf eks markas pelatihan militer Laskar Hizbullah oleh KH Mutamam Mahfudz sebagai ahli waris.

Pemaparan tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian sejarah perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. (*)