RAKYAT.NEWS, MAKASSAR – Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan siber di sektor perbankan menjelang libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah tahun 2026.

Peringatan tersebut disampaikan seiring meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, terutama dalam transaksi keuangan digital untuk memenuhi kebutuhan menjelang hari besar keagamaan.

Kondisi ini dinilai kerap dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi penipuan.

Regional CEO BRI Makassar, D Argo Prabowo, mengatakan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), turut dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk membuat modus penipuan semakin sulit dikenali.

Sejumlah modus yang marak terjadi antara lain email phishing yang menyerupai alamat resmi instansi tertentu untuk mengelabui korban agar memberikan informasi sensitif. Selain itu, terdapat pula penggunaan dokumen palsu yang dibuat seolah-olah resmi dan meyakinkan.

Modus lainnya adalah vishing atau panggilan telepon yang memanfaatkan teknologi AI untuk meniru suara orang tertentu, hingga video call deepfake yang menampilkan wajah dan suara seakan-akan berasal dari pihak terpercaya untuk mendesak korban memberikan data pribadi.

Tak hanya itu, pelaku juga menggunakan pesan palsu yang dipersonalisasi dengan meniru gaya komunikasi seseorang, sehingga korban sulit membedakan antara pesan asli dan penipuan.

Seiring dengan maraknya berbagai modus tersebut, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati, khususnya dalam melakukan transaksi keuangan secara digital. BRI menekankan pentingnya verifikasi setiap informasi yang diterima melalui saluran resmi sebelum mengambil tindakan.

Selain itu, nasabah diimbau untuk tidak pernah membagikan data pribadi seperti username dan password layanan perbankan kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengatasnamakan bank. Informasi tersebut bersifat rahasia dan tidak pernah diminta oleh pihak perbankan.

BRI juga mengingatkan agar nasabah rutin mengganti password layanan perbankan dengan kombinasi karakter yang kuat dan tidak mudah ditebak, serta melakukan penggantian PIN kartu ATM secara berkala.

Data penting lainnya seperti nomor rekening, nomor kartu, kode CVV, hingga kode OTP (One Time Password) juga harus dijaga kerahasiaannya dan tidak boleh diberikan kepada pihak mana pun.

Apabila menerima informasi yang mencurigakan, masyarakat diminta untuk melakukan konfirmasi melalui kanal resmi perbankan, baik melalui call center, aplikasi resmi, media sosial resmi, maupun dengan mendatangi langsung kantor cabang terdekat.

Untuk memudahkan akses layanan, BRI menyediakan aplikasi BRImo yang dilengkapi dengan berbagai fitur transaksi keuangan. Selain itu, nasabah juga dapat memanfaatkan Asisten Virtual BRI “Sabrina” melalui layanan WhatsApp yang tersedia selama 24 jam.

BRI juga menghadirkan layanan Contact BRI yang dapat diakses selama 24 jam guna membantu nasabah dalam mendapatkan informasi maupun melaporkan kendala layanan perbankan.

“Sesuai komitmen BRI dalam menghadirkan layanan perbankan yang andal dan mudah diakses oleh masyarakat, sehingga kebutuhan transaksi keuangan selama Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi dengan aman dan nyaman,” ujar Argo.

Melalui imbauan ini, BRI berharap masyarakat dapat lebih waspada terhadap potensi kejahatan siber, sehingga aktivitas transaksi keuangan selama periode libur panjang dapat berjalan dengan aman dan lancar. (*)