Aksi ini menjadi tamparan halus bagi nurani publik—bahwa di balik gegap gempita menyambut Idul Fitri, masih ada saudara kita yang berusaha bangkit dari puing-puing kehidupan.

Dari Jeneponto, BKPRMI mengirimkan pesan yang tak bisa diabaikan:
Kepedulian bukan tentang siapa yang paling cepat datang, tapi siapa yang tetap bertahan untuk peduli, bahkan ketika semua orang mulai melupakan. (*)