DPRD Makassar

15 Guru Sekolah Islam Athirah Ikuti Program Chinese Bridge

15 Guru Sekolah Islam Athirah Ikuti Program Chinese Bridge
Sebanyak 15 Guru Sekolah Islam Athirah mengikuti program pertukaran delegasi Chinese Bridge. Foto: Dokumen Istimewa.

MAKASSAR – Sebanyak 15 guru Sekolah Islam Athirah mengikuti program pertukaran delegasi online Chinese Bridge yang bertajuk ‘Kampung Halaman Para Selebritas Sejarah dan Pesona Hunan-Kelas Apresiasi dan Pengalaman Budaya Sulaiman Hunan’.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Universitas Bahasa Asing Dalian itu secara resmi dibuka pada Senin (17/01) di Museum Seni Bordir Yifeishan Provinsi Hunan, Tiongkok dan diikuti delegasi dari empat negara, satu di antaranya Indonesia.

Baca Juga : Brilian, Siswi SD Islam Athirah 2 Makassar Raih Perunggu di IMSO 18 Parallel

“Kegiatan ini mencakup berbagai pengetahuan tentang sulaman Hunan, termasuk pengenalan singkat tentang sulaman Tiongkok, tinjauan umum dasar sulaman Hunan, pengenalan singkat tentang sulaman etnik minoritas Tiongkok, dan kelas tentang teknik sulaman Hunan,” kata Ketua Panitia Chinese Bridge, Jiang Xiangling melalui keterangan tertulis pada Senin (17/01/2022).

Guru Sekolah Islam Athirah yang turut menjadi delegasi kegiatan itu berjumlah 15 orang. Mereka pengajar dari beberapa disiplin ilmu.

Staf Departemen Hubungan Masyarakat Sekolah Islam Athirah, Ismia Muksidar, S.Pd. M.Ed. mengatakan, keikutsertaan sejumlah guru dalam kegiatan Chinese Bridge merupakan sebuah kebanggaan karena kegiatan tersebut dihelat dengan skala international.

15 Guru Sekolah Islam Athirah Ikuti Program Chinese Bridge

15 Guru Sekolah Islam Athirah Ikuti Program Chinese Bridge. Foto: Tangkapan Layar.

“Kami sangat bangga, kami mendapat pengalaman baru, apalagi kegiatan ini berskala internasional yang tidak semua orang memiliki kesempatan,” ujar Ismi yang turut menjadi peserta.

Ismi juga memuji penyelenggara Chinese Bridge, pasalnya alat dan bahan yang dibutuhkan oleh peserta, ditanggung sepenuhnya oleh penyelenggara alias gratis.

“Ini kan materinya tentang menyulam, kita dibekali materi, dilanjutkan praktik, peralatan yang dibutuhkan berupa jarum, benang, kain, dan gunting, itu disiapkan oleh panitianya,” imbuh Ismi.